3 Hujan Meteor Capai Puncak di Akhir Bulan Juli 2026 Siap menghiasi Langit Malam

2 weeks ago 21
3 Hujan Meteor Capai Puncak di Akhir Bulan Juli 2026 Siap menghiasi Langit Malam Ilustrasi(NASA)

JULI 2026 diperkirakan menjadi salah satu momen terbaik bagi para pengamat langit malam. Pasalnya, akhir bulan ini akan terjadi tiga hujan meteor yang menghiasi langit malam dengan menghadirkan peristiwa astronomi yang tentu memanjakan mata.

Antara 28 dan 31 Juli 2026, hujan meteor memasuki puncak aktivitasnya. NASA, Royal Observatory Greenwich, International Meteor Organization (IMO), dan PAGASA telah memprediksi terjadinya hujan meteor Piscis, Austrinids, Alpha Capricornids, dan Southern Delta Aquariids yang terjadi di akhir bulan Juli. 

Penampilan pertama dari piscis Austrinids yang diperkirakan menghiasi langit sekitar tanggal 28 Juli 2026. Hujan meteor ini akan menjadi pembuka rangkaian pertunjukan kosmik di penghujung akhir bulan ini. 

Piscis Austrinids dikenal sebagai hujan meteor yang bergerak lambat dan tampak redup. Hujan meteor ini juga memiliki jumlah meteor yang relatif rendah. Tetapi tetap menjadi fenomena yang cukup dihargai karena kemunculannya yang konsisten setiap tahun, dengan periode aktivitas yang diperkirakan berlangsung dari Juli hingga Agustus. Kedekatan titik radiannya dengan bintang Fomalhaut semakin menambah keindahan fenomena hujan meteor tersebut, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengamat langit malam.

Dua malam berikutnya akan terjadi pertunjukan dari Alpha Capricornids dan Southern Delta Aquarids. Kedua hujan meteor ini diperkirakan terjadi pada 30 sampai 31 Juli 2026. Hujan meteor ini menampilkan meteor yang terang dan lambat, sekitar 5 meteor per jam. 

Fenomena ini menjadi hal yang menarik bagi pengamat langit malam karena banyaknya bola api terang yang dihasilkan menjadi pusat perhatian. Kemudian, Southern Delta Aquarids termasuk meteor yang kemunculannya cukup baik dan ideal selama seminggu. Namun, meteor ini tidak memiliki jejak yang bertahan lama maupun bola api.

Tips Melihat Hujan Meteor

NASA menjelaskan fenomena hujan meteor terjadi akibat interaksi Bumi dengan material sisa komet dan asteroid yang terbakar di atmosfer, sehingga membentuk garis cahaya menyerupai bintang jatuh. Bagi para pengamat yang ingin menyaksikan pertunjukan astronomi ini, perlu bersiap menghadapi satu tantangan, yaitu cahaya Bulan yang sangat terang yang dapat menjadi penghalang untuk melihat fenomena hujan meteor.

Menurut American Meteor Society, pada 30-31 Juli 2026 Bulan diperkirakan berada pada fase 98% purnama. Meski demikian, akhir Juli tetap menjadi kesempatan langka untuk menikmati pertunjukan langit malam. Karena itu, carilah lokasi dengan tingkat polusi cahaya yang rendah, jauh dari pusat kota, agar dapat menikmati hujan meteor dengan lebih jelas. 

Dalam beberapa malam saja, langit akan memperlihatkan fenomena astronomi tidak selalu jauh dari kehidupan sehari-hari; terkadang, keindahannya hadir tepat di atas kepala kita. (NASA/AMERICAN METEOR SOCIETY/COSMOBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |