ilustrasi(Magnific)
MENJAGA kesehatan jantung tidak selalu berarti harus menghindari semua jenis camilan. Beberapa makanan yang selama ini kerap mendapatkan label tidak sehat ternyata masih dapat menjadi bagian dari pola makan yang baik untuk jantung, apabila dikonsumsi secara bijak dan tepat.
Hal tersebut diungkapkan oleh para ahli gizi yang dikutip dari laman EatingWell. Mereka menjelaskan bahwa suatu makanan tidak bisa dinilai secara subjektif hanya berdasarkan satu kandungan gizi tertentu saja, seperti lemak atau kolesterol. Hal yang jauh lebih penting adalah melihat keseluruhan profil nutrisinya, ukuran porsi, serta bagaimana makanan tersebut dikonsumsi dalam pola makan sehari-hari.
Ahli gizi Lindsey Joe, mengatakan bahwa pemahaman mengenai kolesterol pada makanan kini telah banyak berubah dibandingkan beberapa tahun lalu.
"Tubuh tetap membutuhkan kolesterol untuk memproduksi hormon dan membantu proses pencernaan. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan, seperti kuning telur, memiliki pengaruh yang lebih kecil terhadap kadar kolesterol darah pada sebagian besar orang dibandingkan yang selama ini diyakini," ujar Joe.
Sementara itu, ahli gizi Karman Meyer menekankan bahwa tidak semua camilan yang mengandung natrium atau lemak harus dihindari sepenuhnya.
"Yang terpenting adalah memilih produk yang tepat dan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar. Banyak camilan tetap dapat memberikan protein, serat, maupun lemak sehat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung," kata Meyer.
3 Camilan yang Baik untuk Jantung Menurut Ahli Gizi
1. Telur
Selama bertahun-tahun, telur sering dihindari karena kandungan kolesterolnya. Namun, berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat, konsumsi hingga satu butir telur per hari masih dapat menjadi bagian dari pola makan yang menyehatkan jantung.
Selain praktis, telur juga kaya akan protein berkualitas tinggi, vitamin, dan berbagai mineral penting yang dibutuhkan tubuh.
2. Stik Daging (Meat Sticks)
Stik daging atau jerky memang umumnya mengandung natrium cukup tinggi. Meski demikian, makanan ini tetap dapat dijadikan camilan apabila dipilih dengan cermat.
Meyer menyarankan memilih produk yang menggunakan daging tanpa lemak, seperti daging sapi atau kalkun, dengan kandungan natrium tidak lebih dari 300 miligram per sajian. Kandungan proteinnya dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga mengurangi keinginan untuk mengonsumsi camilan lain yang kurang sehat.
3. Popcorn
Popcorn sering dikaitkan dengan camilan bioskop yang penuh mentega atau karamel. Padahal, popcorn alami merupakan biji-bijian utuh (whole grain) yang mengandung serat serta senyawa alami dari tumbuhan yang berpotensi membantu menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol.
Untuk mendapatkan manfaat tersebut, para ahli menyarankan membuat popcorn sendiri menggunakan sedikit minyak atau air popper, kemudian menambahkan bumbu sederhana seperti sedikit keju Parmesan atau nutritional yeast sebagai penambah cita rasa.
Jika membeli popcorn kemasan, pilihlah produk dengan kandungan natrium rendah atau tanpa tambahan garam. Membaca label Informasi Nilai Gizi juga penting untuk memastikan kadar natrium tetap rendah.
Selain ketiga makanan tersebut, para ahli juga merekomendasikan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, hingga keju cottage rendah natrium sebagai variasi camilan yang mendukung performa jantung. Makanan-makanan tersebut sarat akan serat, protein, lemak tak jenuh, kalium, dan kalsium yang berperan vital dalam menjaga fungsi organ jantung serta membantu mengontrol tekanan darah. (EatingWell/P-4)

















































