Pelajar di Bandung mengumpulkan sampah dalam dropbox yang disediakan PT YIli Indonesia di sekolah untuk diolah oleh Yayasan Bening Saguling melalui program BeningCycle(ISTIMEWA)
TANTANGAN tantangan lingkungan terbesar yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini ialah pengelolaan sampah, termasuk sampah plastik yang membutuhkan proses khusus agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2025, sampah plastik menyumbang sekitar 20,52% dari komposisi sampah nasional.
Kondisi itu disikapi PT Yili Indonesia Dairy dengan melakukan aksi tanggung jawab sosial daur ulang. Ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan sampah plastik yang lebih bertanggung jawab, sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.
Inisiatif ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Yayasan Bening Saguling melalui program BeningCycle. Mereka menempatkan dropbox pengumpulan sampah plastik di 10 sekolah di Bandung.
Melalui dropbox tersebut, para siswa dapat mengumpulkan sampah plastik yang akan dikelola dan didaur ulang oleh Yayasan Bening Saguling menjadi berbagai barang yang memiliki nilai guna, seperti kursi, meja, dan produk daur ulang lainnya.
Sebagai bagian dari rangkaian program, PT Yili Indonesia Dairy bersama Yayasan Bening Saguling juga mengadakan kegiatan edukasi dan pelatihan mengenai pengelolaan sampah plastik dan pentingnya daur ulang bagi para siswa. Kegiatan ini melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, sebagai upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.
UPAYA PENGENDALIAN SAMPAH
Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung lingkungan yang lebih baik, sekaligus bentuk kontribusi nyata terhadap upaya pengendalian sampah di Indonesia.
“Sebagai perusahaan yang menghadirkan produk es krim kepada masyarakat Indonesia, kami menyadari bahwa keberadaan kemasan plastik perlu diimbangi dengan aksi yang bertanggung jawab. Melalui program ini, Yili ingin berkontribusi dalam mendukung pengelolaan sampah plastik yang lebih baik, sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda agar semakin peduli terhadap lingkungan,” tegasnya.
Yu Miao menambahkan bahwa program ini juga sejalan dengan komitmen Yili untuk mendukung program pemerintah dalam pengendalian sampah dan mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menciptakan kebiasaan yang lebih berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah dan mengumpulkan sampah plastik dengan benar. Dengan hadirnya dropbox di sekolah-sekolah, kami berharap para siswa dapat memahami bahwa sampah plastik masih dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat,” tandasnya.
Yayasan Bening Saguling akan melakukan pengumpulan sampah plastik dari sekolah-sekolah secara rutin untuk kemudian diproses menjadi produk daur ulang. Melalui proses ini, sampah plastik yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
KOLABORASI PENTING
Muhammad Dzikri Fauzan, Perwakilan Yayasan Bening Saguling menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan PT Yili Indonesia Dairy dalam memperluas edukasi dan praktik daur ulang di lingkungan sekolah.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan pengelolaan sampah plastik secara langsung kepada anak-anak dan remaja. Kami berharap program ini tidak hanya berhenti pada pengumpulan sampah, tetapi juga membangun pemahaman bahwa setiap orang dapat mengambil peran dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Mendukung inisiatif ini, Zamilia Floreta S.P M.Si, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, menyambut baik inisiatif yang melibatkan sekolah dan generasi muda dalam pengelolaan sampah plastik.
"Edukasi seperti ini penting karena kebiasaan menjaga lingkungan perlu dibangun sejak dini, mulai dari hal sederhana seperti memilah dan membuang sampah pada tempat yang tepat," paparnya.
Kehadiran program ini juga menjadi semakin relevan dengan momentum Ice Cream Day yang diperingati pada 20 Juli dan Hari Anak Nasional pada 23 Juli. Melalui inisiatif ini, Yili Indonesia Dairy ingin menghadirkan makna yang lebih luas dari kebahagiaan menikmati es krim, yaitu dengan mengajak anak-anak dan lingkungan sekolah untuk turut menjaga bumi melalui kebiasaan daur ulang yang sederhana, positif, dan berdampak.
Melalui kolaborasi ini, Yili Indonesia Dairy berharap dapat terus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran edukasi lingkungan bagi generasi muda.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Yili untuk terus tumbuh bersama masyarakat Indonesia melalui inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi komunitas dan lingkungan.
Yili Group adalah perusahaan susu terbesar di Asia yang telah mampu mempertahankan posisi terdepan selama sebelas tahun berturut-turut. Hal ini ditercermin pada posisi Yili yang berada di antara 5 merek produk susu global teratas pada 2022.
Yili memproduksi susu cair, susu bubuk, yogurt, es krim, keju, dan lainnya. Sementara PT Yili Indonesia Dairy adalah anak perusahaan Yili Group di Indonesia yang memproduksi es krim Joyday dan mendistribusikan produk ke 38 provinsi di Indonesia.

















































