Pesawat Airbus A350 Sukses Mendarat Usai Terbang 19 Jam

4 hours ago 2
Pesawat Airbus A350 Sukses Mendarat Usai Terbang 19 Jam Pesawat jet Airbus ini siap menaklukkan tonggak sejarah lain dalam perjalanan jarak jauh, dengan penerbangan antara London dan Sydney.(Aaron Francis/Qantas Airways Limited)

PENCAPAIAN baru kembali terukir dalam sejarah industri penerbangan jarak sangat jauh (ultra-long-haul). Pesawat rakitan terbaru, Airbus A350-1000ULR, sukses mendarat di Melbourne, Australia, setelah menyelesaikan uji terbang nonstop perdana dari Toulouse, Prancis, yang memakan waktu lebih dari 19 jam.

Uji coba penerbangan ini diawali dari markas Airbus di Toulouse pada Kamis lalu. Di dalam kokpit dan kabin, sebanyak empat pilot uji coba Airbus serta lima insinyur penerbangan dikerahkan untuk menguji seluruh sistem pesawat selama berada di udara.

Penerbangan jarak jauh ini merupakan bagian dari persiapan "Project Sunrise", sebuah proyek ambisius milik maskapai penerbangan asal Australia, Qantas. Proyek ini bertujuan menghubungkan kota-kota besar di Australia langsung dengan destinasi global seperti London dan New York tanpa transit.

Rute langsung tersebut diproyeksikan dapat memangkas waktu tempuh hingga empat jam dibandingkan rute konvensional yang memerlukan transit. Saat beroperasi secara komersial kelak, durasi penerbangan dapat membentang antara 19 hingga 22 hari tempuh jelajah dengan jarak melampaui 10.000 mil.

Untuk mendukung kemampuan jelajah ekstrem tersebut, Airbus merancang armada A350-1000ULR secara khusus dengan menambahkan tangki bahan bakar ekstra berkapasitas 20.000 liter. Tangki tambahan ini memungkinkan jet komersial tersebut bertahan di udara hingga 22 jam nonstop.

Dari sisi kenyamanan, Qantas mengonfigurasi kabin pesawat hanya untuk 238 kursi. Jumlah ini tercatat sebagai kepadatan kursi terendah dari seluruh varian A350 yang pernah dibuat. Penataan tersebut dilakukan demi memberikan ruang gerak yang lebih lega bagi para penumpang selama perjalanan panjang. Selain itu, pesawat ini juga dilengkapi dengan Wellbeing Zone khusus yang dirancang untuk tempat peregangan tubuh dan bersantai.

Usai menyelesaikan uji coba tahap awal, pengiriman unit pertama dari total 12 pesawat yang dipesan Qantas dijadwalkan berlangsung pada April 2027. Sementara itu, layanan penerbangan komersial resmi untuk proyek "Project Sunrise" ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2027.

Peluncuran rute ini dipastikan bakal memecahkan rekor sebagai penerbangan komersial langsung terpanjang di dunia, sekaligus mengubah lanskap perjalanan udara jarak jauh di masa depan. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |