Waspadai Sindrom Guillain-Barre: Gejala, Penyebab, dan Risiko Komplikasi

1 week ago 9
 Gejala, Penyebab, dan Risiko Komplikasi Sindrom Guillain-Barre (GBS) adalah penyakit autoimun langka yang menyerang saraf tepi.(Dok. Magnific)

SINDROM Guillain-Barre (GBS) merupakan penyakit autoimun langka yang menyerang sistem saraf tepi dan dapat berkembang dengan sangat cepat. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang mielin atau lapisan pelindung saraf, yang mengakibatkan gangguan pengiriman sinyal antara otak dan anggota tubuh lainnya.

Hingga saat ini, penyebab GBS belum diketahui secara medis. Namun, para ahli menduga penyakit ini dipicu oleh reaksi autoimun pasca-infeksi saluran pernapasan atau pencernaan.

Beberapa kondisi yang dikaitkan dengan peningkatan risiko GBS meliputi infeksi covid-19, hepatitis, HIV/AIDS, virus Zika, hingga infeksi bakteri Campylobacter.

Gejala awal GBS sering kali dimulai dengan sensasi kesemutan, nyeri, atau mati rasa pada kaki dan tangan yang menyerang kedua sisi tubuh secara simetris. Keluhan ini dapat menjalar ke bagian atas tubuh hanya dalam hitungan jam hingga beberapa hari. Pada fase yang lebih parah, penderita akan mengalami kelemahan otot yang signifikan hingga kesulitan berjalan.

Jika tidak segera ditangani, perkembangan penyakit dapat memengaruhi otot wajah, menyebabkan kesulitan mengunyah, menelan, hingga berbicara. Kondisi paling kritis terjadi ketika GBS menyerang otot pernapasan, yang berpotensi menyebabkan gagal napas akut dan mengancam nyawa penderita.

Selain gangguan pernapasan, komplikasi serius lainnya mencakup ketidakstabilan tekanan darah, gangguan irama jantung, hingga risiko penggumpalan darah yang memicu stroke atau serangan jantung. Meski risiko kematian akibat GBS tergolong rendah dengan penanganan medis yang tepat, kewaspadaan terhadap gejala awal sangat diperlukan.

Masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis jika merasakan kelemahan otot yang menjalar cepat atau disertai sesak napas. Deteksi dini dan penanganan cepat di rumah sakit menjadi kunci utama dalam mencegah komplikasi permanen atau fatalitas akibat sindrom ini. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |