Ilustrasi(Magnific)
PENYAKIT jantung bawaan (congenital heart defect) merupakan kelainan pada struktur jantung yang sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini dapat memengaruhi cara darah mengalir melalui jantung dan ke seluruh tubuh.
Meski beberapa kasus tergolong ringan, sebagian lainnya dapat mengganggu pasokan oksigen dan membutuhkan penanganan medis sejak dini. Karena gejalanya tidak selalu langsung terlihat, orangtua perlu memahami tanda-tanda yang dapat mengindikasikan adanya kelainan jantung pada anak.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Menurut Mayo Clinic, gejala penyakit jantung bawaan bergantung pada jenis dan tingkat keparahan kelainan yang dialami. Pada bayi baru lahir, salah satu tanda paling khas adalah bibir, lidah, atau kuku yang tampak kebiruan (sianosis). Kondisi ini menunjukkan kadar oksigen dalam darah lebih rendah dari normal.
Selain itu, bayi dapat mengalami napas cepat, kesulitan menyusu, berat badan yang sulit bertambah, serta mudah lelah saat menyusu. Sementara pada anak yang lebih besar, gejalanya bisa berupa cepat lelah ketika bermain atau berolahraga, sesak napas saat beraktivitas, hingga pingsan setelah melakukan aktivitas fisik. Beberapa anak juga mengalami pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau area sekitar mata akibat gangguan fungsi jantung.
Penyebab dan Faktor Risiko
Sebagian besar penyakit jantung bawaan belum diketahui penyebab pastinya. Namun, para ahli meyakini bahwa kondisi ini terjadi ketika perkembangan jantung janin terganggu pada awal masa kehamilan. Faktor genetik, riwayat keluarga, diabetes yang tidak terkontrol selama kehamilan, infeksi virus tertentu seperti rubella, hingga konsumsi obat-obatan tertentu saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan kelainan jantung.
Pentingnya Diagnosis Sejak Dini
Deteksi dini berperan penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mendengarkan bunyi jantung. Jika dicurigai terdapat kelainan, pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi, elektrokardiogram (EKG), foto rontgen dada, atau pulse oximetry dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis.
Dengan kemajuan teknologi medis, banyak anak dengan penyakit jantung bawaan dapat menjalani pengobatan, prosedur kateter, atau operasi yang memungkinkan mereka tumbuh dan beraktivitas secara normal. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya segera memeriksakan anak ke dokter apabila muncul tanda seperti bibir kebiruan, mudah lelah, sesak napas, atau berat badan yang tidak bertambah sesuai usia. (Mayo clinic/Z-2)

















































