Donald Trump(Dok AFP)
KETEGANGAN antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer berikutnya akan menyasar sejumlah fasilitas nuklir Iran apabila Teheran menolak kembali ke meja perundingan.
Trump mengeluarkan peringatan bahwa sejumlah infrastruktur strategis, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir dan jembatan, akan menjadi sasaran pada tahap akhir operasi militer jika Iran tidak bersedia melanjutkan negosiasi dengan Washington.
Presiden dari Partai Republik itu juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan tekanan militernya terhadap Iran hingga menurutnya tujuan operasi telah tercapai.
"Sangat keras terhadap Iran sampai dia memutuskan itu sudah cukup," katanya dilansir Anadolu, Rabu (15/7).
Selain menyampaikan ancaman tersebut, Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat masih melakukan komunikasi dengan Iran. Ia menyebut kedua pihak menggelar pembicaraan pada Selasa dan kembali mendesak Teheran agar mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik.
Menanggapi ultimatum tersebut, Iran segera meningkatkan kesiapan militernya dengan mengaktifkan sistem pertahanan udara di sekitar Kota Bushehr, lokasi salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir utama di negara itu.
Kantor berita Iran Mehr News melaporkan bahwa seluruh sistem pertahanan udara di kawasan sekitar fasilitas nuklir Bushehr, yang berada di Iran bagian selatan, telah dioperasikan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan udara.
Sementara itu, serangan militer Amerika Serikat kembali terjadi pada Selasa (14/7). Operasi tersebut memicu sejumlah ledakan di wilayah Hormozgan dan Sirik, yang terletak di bagian selatan Iran.
Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa beberapa proyektil menghantam area di sekitar Kota Hajiabad, Provinsi Hormozgan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan salah satu serangan Amerika Serikat mengenai pos penjaga perbatasan di Hormozgan.
"Serangan itu menewaskan tiga anggota keluarga Javad Hasanzadeh, penjaga hutan yang pekerja keras," ujar Baghaei.
Pernyataan Trump dan respons militer Iran menandai kembali meningkatnya ketegangan di tengah upaya diplomatik yang sebelumnya dilakukan kedua negara.
Ancaman terhadap fasilitas nuklir Iran diperkirakan akan semakin meningkatkan kekhawatiran masyarakat internasional terhadap risiko meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. (E-4)

















































