Tips Psikolog agar Anak Sukses Beradaptasi di Sekolah Baru

4 hours ago 1
Tips Psikolog agar Anak Sukses Beradaptasi di Sekolah Baru Ilustrasi--Orangtua mengabadikan gambar anaknya pada frame yang disediakan sekolah saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama tahun ajaran 2026/2027 di SD Negeri 06 Pagi Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).(MI/RAMDANI)

MEMASUKI lingkungan sekolah yang baru merupakan fase transisi yang menantang bagi anak-anak. Psikolog klinis Meiri Dias Tuti, M.Psi., Psikolog, menekankan bahwa dukungan sinergis antara orangtua dan guru menjadi kunci utama agar anak mampu melewati masa adaptasi ini dengan sukses.

"Komunikasi secara terbuka dan jujur antara orangtua dan guru akan membantu kelancaran serta kesuksesan anak untuk melewati masa transisinya di lingkungan sekolah yang baru," ujar Meiri saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (15/7).

Menurut psikolog yang tergabung dalam Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (Himpunan Psikologi Indonesia) ini, orang tua harus proaktif melapor kepada guru jika melihat anak mengalami kendala tertentu. Hal ini sangat penting terutama bagi anak yang memiliki kondisi khusus agar guru dapat memberikan penanganan yang tepat di kelas.

Beberapa kondisi yang perlu dikomunikasikan meliputi:

  • Sifat pemalu yang ekstrem.
  • Gangguan perkembangan otak (seperti ADHD).
  • Kebutuhan khusus lainnya atau keterbatasan fisik.

Mengenali Tanda Adaptasi Anak

Meiri menjelaskan bahwa setiap anak memiliki kecepatan adaptasi yang berbeda. Orang tua perlu peka terhadap perubahan perilaku anak untuk mengetahui sejauh mana mereka merasa nyaman di sekolah baru.

Kategori Ciri-Ciri Perilaku
Adaptasi Baik Mampu berinteraksi dengan baik dan mengikuti aturan sekolah dengan lancar.
Butuh Waktu Lebih Menarik diri, menangis, cemas saat berpisah, atau tidak mau lepas dari orang tua.
Butuh Bantuan Profesional Ketakutan berlebihan, tantrum terus-menerus, atau menangis seharian di sekolah.

Langkah Pendampingan bagi Orangtua

Bagi anak yang tidak memiliki gangguan psikologis khusus, Anggota Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Wilayah Jawa Timur ini menyarankan beberapa langkah praktis untuk membangun antusiasme anak:

Pertama, ajak anak mengenal lingkungan fisik sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar resmi dimulai. Kedua, berikan narasi positif mengenai sekolah.

"Kita bisa memberikan persuasi bahwa di sekolah nanti akan belajar dengan menyenangkan, sehingga anak merasa excited," tambahnya.

Namun, jika anak menunjukkan tanda-tanda perilaku yang berlebihan dan sulit dikendalikan, Meiri menyarankan orang tua untuk tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga profesional. Bantuan psikolog mungkin diperlukan untuk memberikan terapi agar anak lebih siap menghadapi lingkungan sosialnya. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |