Suplemen Vitamin D dan Kalsium tak Signifikan Cegah Patah Tulang Lansia

2 hours ago 1
Suplemen Vitamin D dan Kalsium tak Signifikan Cegah Patah Tulang Lansia Suplemen vitamin D dan kalsium tidak efektif mencegah jatuh dan patah tulang pada lansia.(Dok. Magnific)

U.S. Preventive Services Task Force (USPSTF) merilis temuan terbaru yang menunjukkan bahwa suplemen vitamin D dan kalsium tidak efektif dalam mencegah jatuh maupun patah tulang pada orang dewasa yang hidup mandiri. Rekomendasi ini menantang anggapan umum bahwa konsumsi suplemen tersebut merupakan solusi otomatis untuk menjaga kekuatan tulang di usia lanjut.

Berdasarkan peninjauan bukti ilmiah terbaru, USPSTF menyatakan bahwa pemberian suplemen vitamin D, baik secara mandiri maupun dikombinasikan dengan kalsium, tidak direkomendasikan sebagai upaya pencegahan utama patah tulang.

Fokus rekomendasi ini ditujukan bagi perempuan pascamenopause dan pria berusia 60 tahun ke atas yang masih tinggal mandiri di masyarakat.

Temuan ini menegaskan bahwa manfaat suplemen tersebut tidak memberikan dampak signifikan dalam mengurangi risiko jatuh. Hal ini menjadi catatan penting bagi populasi lansia sehat yang selama ini mengandalkan suplementasi sebagai proteksi utama terhadap cedera tulang.

Pengecualian untuk Kondisi Medis Tertentu

Meski demikian, USPSTF menekankan bahwa panduan ini tidak berlaku secara universal. Terdapat kelompok tertentu yang tetap memerlukan suplementasi berdasarkan kebutuhan medis yang spesifik. Rekomendasi ini tidak ditujukan bagi individu dengan kondisi berikut:

  • Orang yang memiliki riwayat patah tulang akibat osteoporosis.
  • Pasien yang telah didiagnosis menderita osteoporosis.
  • Individu dengan kondisi defisiensi (kekurangan) vitamin D.
  • Orang dengan gangguan penyerapan vitamin D.

Keputusan untuk mengonsumsi suplemen harus tetap didasarkan pada penilaian individual oleh tenaga medis, dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan kesehatan dan profil risiko masing-masing pasien.

Pendekatan Pencegahan yang Menyeluruh

Pencegahan patah tulang tidak dapat hanya mengandalkan satu jenis suplemen. Risiko cedera ini dipengaruhi oleh faktor kompleks, termasuk usia, kepadatan tulang, aktivitas fisik, keseimbangan tubuh, hingga status gizi secara keseluruhan. USPSTF mengingatkan bahwa pendekatan yang lebih luas diperlukan untuk menjaga mobilitas dan keamanan lansia.

Secara keseluruhan, laporan ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan suplemen. Menjaga kesehatan tulang memerlukan kombinasi gaya hidup sehat dan penanganan medis yang tepat sasaran, bukan sekadar konsumsi vitamin D dan kalsium secara rutin tanpa indikasi klinis yang jelas. (U.S. Preventive Services Task Force/Verrywell health/​​​​​​​Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |