Pelatih timnas U-16 putri Indonesia Timo Scheunemann dalam konferensi pers seusai final Srikandi Merdeka Cup 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/08/2026).(ANTARA/FAJAR SATRIYO)
PELATIH timnas U-16 putri Indonesia, Timo Scheunemann, menegaskan komitmennya untuk tetap berada di jalur pembinaan pemain muda. Pelatih berusia 52 tahun tersebut menyatakan tidak memiliki keinginan sama sekali untuk menangani timnas level senior dan lebih memilih peran sebagai pengorbit talenta baru bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Timo usai mendampingi skuad Garuda Pertiwi dalam ajang Srikandi Merdeka Cup 2026. Baginya, menjaga ambisi untuk mencari dan membentuk karakter pemain muda jauh lebih memuaskan dibandingkan melatih tim yang sudah matang.
Menjadi 'Gatekeeper' Talenta Muda
Timo mengungkapkan bahwa jiwanya memang terletak pada proses penciptaan pemain. Ia merasa lebih tertantang untuk menjadi penyaring awal atau gatekeeper bagi bakat-bakat potensial yang sering kali luput dari perhatian publik.
"Enggak ada tanggapan (soal melatih tim senior). Saya inginnya melatih yang muda jadi gatekeeper-lah. Karena itu enggak ada yang kenal pelatih U-17," ujar Timo Scheunemann dalam konferensi pers pada Minggu (24/8).
Ia menambahkan bahwa batas maksimal kelompok usia yang masih ingin ia tangani adalah tim nasional U-20. Di atas level tersebut, ia merasa perannya sebagai pembina tidak akan seefektif di kelompok usia dini.
"Kalau U-20 masih mau sih, tapi di atas itu enggak mau. Karena saya maunya membina, menciptakan pemain. Jiwa saya dan saya sudah lakukan seperti saya sudah pernah bilang, di depan layar ataupun di belakang layar, setiap generasi ada pemain saya yang di timnas cowok, ya sekarang cewek," imbuhnya.
Tantangan Berbeda di Kelompok Usia
Menurut Timo, melatih tim kelompok usia memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tim senior. Hal ini disebabkan oleh perbedaan mendasar dalam penyiapan program latihan dan pengembangan mental pemain yang belum jadi.
Selain aspek teknis, Timo menekankan pentingnya integritas dalam proses pemanduan bakat. Baginya, seorang pelatih kelompok usia harus memiliki objektivitas tinggi agar tidak ada intervensi dalam pemilihan pemain.
"Karena kan kalau pencarian bakat itu dua hal penting: satu objektivitas, enggak 'masuk angin', sama kemampuan, gitu. Jadi enggak bisa diremehkan itu, enggak semua pelatih bisa," tegas pelatih yang sudah lama berkecimpung di sepak bola nasional tersebut.
Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026
Komitmen Timo dalam membina pemain muda baru saja dibuktikan melalui performa timnas U-16 putri Indonesia di ajang Srikandi Merdeka Cup 2026. Garuda Pertiwi berhasil melaju hingga babak final yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Meski tampil dominan sepanjang turnamen, Indonesia harus puas menempati posisi runner-up setelah mengakui ketangguhan Thailand di partai puncak. Laga final yang berlangsung sengit pada Minggu tersebut berakhir dengan skor tipis 0-1 untuk kemenangan tim tamu.
Walaupun gagal meraih gelar juara, progres yang ditunjukkan para pemain muda di bawah arahan Timo menjadi modal berharga bagi regenerasi tim nasional putri Indonesia di masa depan. (Ant/Z-1)

















































