Timo Scheuneman Dorong Orangtua Dukung Anak Perempuan Main Sepak Bola

4 hours ago 4
Timo Scheuneman Dorong Orangtua Dukung Anak Perempuan Main Sepak Bola Pelatih Garuda Pertiwi Timo Scheuneman(MI/Khoerun Nadif Rahmat)

PELATIH Garuda Pertiwi, Timo Scheuneman, memberikan pesan kuat kepada para orangtua di Indonesia untuk memberikan dukungan penuh bagi anak perempuan mereka yang ingin berkarier di dunia sepak bola. Ajakan ini disampaikan Timo menyusul keberhasilan Garuda Pertiwi meraih posisi runner-up dalam ajang Srikandi Merdeka Cup 2026.

Timo mengaku sangat terkesan dengan antusiasme masyarakat yang memberikan dukungan selama turnamen berlangsung, baik yang hadir langsung di stadion maupun melalui tayangan streaming. Menurutnya, atmosfer positif ini menjadi sinyal baik bagi perkembangan sepak bola wanita di tanah air.

"Itu bagus untuk orangtua dan anak perempuan di seluruh Indonesia agar terdorong bermain sepak bola," ujar Timo pada Senin (24/8).

Membangun Ekosistem Berjenjang

Dalam pandangan Timo, kunci utama kemajuan sepak bola putri terletak pada pengembangan yang terstruktur dan dimulai dari akar rumput. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem yang solid agar bakat-bakat muda dapat tersaring dengan baik.

"Kita berusaha membangun sebuah ekosistem dan memulainya dari bawah. Semakin banyak yang bermain, semakin bagus. Yang penting juga berjenjang," jelasnya.

Ia memaparkan bahwa jenjang pembinaan idealnya dimulai sejak dini melalui turnamen antar-Sekolah Dasar (SD). Setelah itu, para pemain muda diarahkan untuk bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) guna mendapatkan pelatihan teknis yang lebih mendalam.

"Setelah itu kita dorong mereka mencari SSB karena U-15 sudah bermain antar-SSB. Sampai kuliah pun sudah ada Campus League," tambah Timo mengenai peta jalan pembinaan atlet putri.

Harapan pada Liga 1 Putri

Selain pembinaan di level bawah, Timo juga menyoroti pentingnya kompetisi profesional sebagai puncak dari piramida pembinaan. Ia menyambut baik rencana digulirkannya kembali Liga 1 Putri dalam waktu dekat.

Kehadiran liga profesional dinilai sangat krusial untuk menjaga keberlanjutan karier pemain dan memastikan kompetisi tidak terputus di tengah jalan. "Kita bersyukur ada Liga 1 perempuan sebentar lagi. Kita berharap itu terus berlanjut," katanya.

Peluang Karier di Luar Lapangan Hijau

Lebih lanjut, Timo meyakinkan para orangtua bahwa sepak bola bukan sekadar hobi atau olahraga fisik semata. Ia menegaskan bahwa sepak bola dapat membuka pintu kesempatan yang luas bagi masa depan anak, bahkan di luar profesi sebagai pemain nasional.

Menurutnya, prestasi di sepak bola dapat menjadi jalur prestasi untuk menempuh pendidikan tinggi hingga berkarier di institusi negara. Hal ini diharapkan dapat menghapus keraguan orang tua dalam memberikan izin kepada anak perempuan mereka.

"Sudah tidak ada alasan lagi untuk orang tua tidak mendukung anaknya bermain bola. Syukur-syukur menjadi pemain profesional atau masuk timnas, tetapi bisa juga masuk kuliah, bahkan masuk tentara atau polisi," pungkas Timo. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |