Ilustrasi(Dok Istimewa)
Staf Ahli Wali Kota Sorong Bidang Pengembangan Otsus, Very M. R. Kambuaya, S.E., menyampaikan apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Sorong atas penyelenggaraan Sekolah Alkitab Sorong Angkatan IV Tahun Ajaran 2026–2027. Program pendidikan keagamaan ini diselenggarakan oleh Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Provinsi Papua Barat Daya.
Apresiasi tersebut disampaikan Very saat menghadiri Ibadah Pembukaan Belajar Sekolah Alkitab Sorong Angkatan IV di Kantor Majelis Daerah GPdI Provinsi Papua Barat Daya, Puncak Cendrawasih, Kota Sorong, Minggu (23/8/2026).
Dalam sambutannya, Very memberikan ucapan selamat atas dimulainya proses belajar mengajar tersebut. Ia menekankan pentingnya peran lembaga keagamaan dalam mendukung visi pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan kualitas manusia.
“Atas nama Pemerintah Kota Sorong, saya menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan Sekolah Alkitab ini. Saya juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada GPdI Provinsi Papua Barat Daya yang terus mengambil bagian dalam membangun kehidupan rohani, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempersiapkan generasi muda yang memiliki iman, karakter, integritas, dan panggilan pelayanan,” ujar Very.
Menurutnya, Sekolah Alkitab memiliki nilai strategis yang tidak hanya terbatas pada pembelajaran firman Tuhan secara teologis, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, penguatan iman, kedewasaan rohani, hingga kesiapan dalam pelayanan nyata di masyarakat.
Very juga berpesan kepada para peserta agar mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan disiplin dan sungguh-sungguh. Ia berharap para siswa dapat memperdalam wawasan rohani sehingga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
“Pembangunan tidak hanya mencakup infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia yang memiliki moral, etika, spiritualitas, dan kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap GPdI dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan, kedamaian, serta toleransi di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Kota Sorong.
Kepada para peserta, Very menitipkan pesan agar tetap rendah hati, jujur, dan bertanggung jawab dalam menjalankan panggilan Tuhan. "Belajarlah dengan tekun dan layani Tuhan dengan tulus," tambahnya.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Provinsi Papua Barat Daya, Pdt. Lukas Marani, S.Th., beserta jajaran pimpinan GPdI, para gembala, pengajar, pelayan Tuhan, serta jemaat setempat.

















































