Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi jasad korban ke RSKD Balikpapan usai ditemukan 2,6 Km dari LKP.(Dok Kantor KPP Balikpapan)
TIM SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan Alan, korban yang dilaporkan hilang setelah kapal nelayan yang ditumpanginya terbalik di perairan Muara Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (17/7) pagi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan sekitar 2,6 kilometer ke arah timur laut dari lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP).
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan, dengan jarak sekitar 2,6 kilometer dari titik koordinat korban terakhir kali terlihat sebelum dilaporkan hilang," ujar Endrow.
Kronologi Kejadian
Insiden maut tersebut bermula pada Kamis (16/7) malam sekitar pukul 19.40 Wita. Kapal nelayan yang mengangkut empat orang, yakni Alan (korban), Ruding, Sofian, dan Sukri, hendak memasuki Muara Manggar. Namun, kapal sempat mengalami kandas sebelum akhirnya dihantam gelombang besar hingga terbalik.
Tiga rekan korban berhasil menyelamatkan diri, sementara Alan diduga terseret arus laut dan tenggelam. Basarnas Balikpapan menerima laporan insiden tersebut pada pukul 20.35 dan segera memberangkatkan tim rescue ke lokasi kejadian.
Proses Pencarian dan Evakuasi
Pencarian sempat dilakukan hingga Jumat dini hari pukul 00.30, tetapi dihentikan sementara karena kondisi lapangan. Operasi dilanjutkan pada Jumat pagi dengan penyisiran area seluas 1,5 mil laut menggunakan rubber boat dan rigid buoyant boat (RBB).
Tim SAR Gabungan yang terlibat terdiri dari Kantor SAR Balikpapan, BPBD Kota Balikpapan, Satbrimob Polda Kaltim, Balawisata Dispora Balikpapan, Babinsa, Bhabinkamtibmas Manggar, nelayan setempat, serta pihak keluarga.
"Untuk kebutuhan visum, jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan menggunakan ambulans. Dengan ditemukan korban, operasi pencarian resmi ditutup," tegas Endrow.
Peringatan Cuaca Buruk
Pihak Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan di wilayah Kalimantan Timur, untuk lebih waspada. Kondisi cuaca saat ini masih berpotensi memburuk dengan angin kencang dan gelombang tinggi yang membahayakan aktivitas di perairan.
Dalam operasi ini, tim mengerahkan berbagai peralatan pendukung mulai dari Rescue Car Type II, peralatan selam, hingga perangkat komunikasi medis guna memastikan proses pencarian berjalan maksimal. (I-2)

















































