Tim SAR Temukan ABK KM Orvia-09 yang Tenggelam di Pelabuhan Tamperan Pacitan

1 week ago 10
Tim SAR Temukan ABK KM Orvia-09 yang Tenggelam di Pelabuhan Tamperan Pacitan Tim SAR gabungan evakuasi ABK tercebur ke laut Pacitan.(Dok. Antara)

TIM SAR gabungan berhasil mengevakuasi Sulkifli (34), seorang anak buah kapal (ABK) KM Orvia-09, dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (15/7). Korban sebelumnya dilaporkan tercebur ke laut di Dermaga Pelabuhan Perikanan Tamperan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko, mengonfirmasi bahwa jenazah korban ditemukan sekitar pukul 09.45 WIB. Penemuan ini merupakan hasil pencarian intensif yang telah dilakukan sejak Selasa (14/7) malam.

"Korban sudah ditemukan tadi pagi sehingga operasi SAR dinyatakan selesai," ujar Erwin di Pacitan, Rabu.

Setelah berhasil dievakuasi dari perairan, jenazah Sulkifli yang diketahui berasal dari Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, langsung dibawa ke RSUD dr. Darsono Pacitan. Korban akan menjalani pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulangan.

Kronologi Kejadian

Kapolsek Pacitan, Iptu Yuyun Krisdiantoro, menjelaskan bahwa insiden maut tersebut diduga terjadi saat korban hendak berpindah dari perahu sekoci menuju dermaga. Sulkifli baru saja menyelesaikan aktivitas di atas kapal induknya, KM Orvia-09.

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan sementara, korban diduga kehilangan keseimbangan saat melompat atau melangkah ke dermaga. Kondisi diperparah karena korban diketahui tidak memiliki kemampuan berenang.

"Korban diduga terjatuh saat berpindah dari perahu sekoci ke dermaga dan diketahui tidak bisa berenang, sehingga langsung tenggelam," jelas Iptu Yuyun.

Kendala Pencarian

Operasi pencarian melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari tim SAR, BPBD, kepolisian, hingga nelayan setempat dan potensi SAR di sekitar Pelabuhan Tamperan. Pencarian yang dimulai sejak Selasa malam sempat menemui hambatan teknis.

Petugas di lapangan melaporkan bahwa minimnya penerangan di area pelabuhan serta keterbatasan jarak pandang pada malam hari membuat penyisiran tidak maksimal. Oleh karena itu, operasi dilanjutkan dengan kekuatan penuh pada Rabu pagi hingga akhirnya korban ditemukan tidak jauh dari titik awal dilaporkan terjatuh. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |