Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat berkunjung ke Zhongnanhai Garden, Beijing, 15 Mei 2026.(Getty Images/Evan Vucci )
TIONGKOK dan Presiden Xi Jinping kini dipandang lebih positif dibandingkan Amerika Serikat (AS) dan Presiden Donald Trump di sebagian besar negara dunia, menurut survei terbaru Pew Research Center.
Survei yang mencakup enam benua itu menemukan Tiongkok memiliki citra lebih positif dibandingkan AS di 25 dari 36 negara dan wilayah yang diteliti, termasuk Kanada dan Meksiko.
AS hanya unggul di enam negara, yakni Polandia, Filipina, Korea Selatan, India, Jepang, dan Israel. Sementara itu, persepsi terhadap kedua negara relatif berimbang di lima negara lainnya.
Survei yang dirilis Rabu lalu tersebut melibatkan lebih dari 42.000 responden yang diwawancarai pada 8 Februari-13 Mei. Di antara 20 negara yang memiliki data pembanding sejak 2023, sebanyak 46% responden kini memiliki pandangan positif terhadap Tiongkok, dibandingkan 36% terhadap AS.
Tiga tahun sebelumnya, hasilnya berbanding terbalik. Saat itu, 58% responden memiliki pandangan positif terhadap AS dan hanya 32% terhadap Tiongkok.
“Sebagian pandangan terhadap Amerika Serikat berada pada atau mendekati titik terendah dalam sejarah,” kata Laura Silver, Wakil Direktur Pew Research Center sekaligus salah satu penulis laporan tersebut.
Menurut Silver, ini merupakan kali pertama dalam hampir dua dekade survei global Pew ketika Tiongkok dipandang lebih positif dibandingkan AS.
Xi Jinping Juga Ungguli Trump
Dalam 22 negara, responden juga menyatakan kepercayaan yang lebih besar terhadap Presiden Tiongkok Xi Jinping dibandingkan Presiden AS Donald Trump. Meski demikian, tingkat kepercayaan terhadap kedua pemimpin tersebut secara umum tetap rendah.
Satu-satunya kategori ketika AS masih mengungguli Tiongkok adalah penghormatan terhadap kebebasan individu, meski selisihnya tipis.
Silver mengatakan persepsi terhadap Tiongkok membaik setelah negara tersebut pulih dari pandemi Covid-19 dan semakin dipandang sebagai mitra yang dapat diandalkan.
Sebaliknya, citra AS mengalami penurunan setelah Trump melancarkan perang terhadap Iran.
“Ada hubungan yang nyata antara pecahnya perang dan munculnya pandangan bahwa Amerika Serikat tidak berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas. Pada saat yang sama, kepercayaan terhadap Donald Trump juga menurun,” ujar Silver.
Perubahan paling tajam terjadi di sejumlah negara yang selama ini menjadi sekutu dekat Washington. Di Kanada, pandangan positif terhadap AS turun dari 57% pada 2023 menjadi 33%. Sementara itu, pandangan positif terhadap Tiongkok meningkat dari 14% menjadi 44%.
Penurunan tersebut terjadi setelah Trump memberlakukan tarif terhadap barang-barang Kanada dan berulang kali menyatakan bahwa Kanada seharusnya menjadi negara bagian ke-51 AS.
Sejumlah negara besar Eropa, termasuk Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol, juga menunjukkan pergeseran persepsi ke arah Tiongkok. Perubahan itu terjadi di tengah memburuknya hubungan dengan Washington akibat perselisihan tarif, tekanan terhadap sekutu NATO untuk meningkatkan belanja pertahanan, serta perbedaan sikap terkait perang AS terhadap Iran.
Di Amerika Latin, persepsi publik juga sedikit lebih menguntungkan Tiongkok dibandingkan AS.
Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menyatakan hasil survei tersebut menunjukkan pencapaian pemerintahan dan kemajuan pembangunan 'Negeri Panda' semakin diakui secara luas.
“Temuan ini menunjukkan bahwa pencapaian pemerintahan dan kemajuan pembangunan Tiongkok diakui secara luas,” kata Kedutaan Besar Tiongkok kepada The Guardian.
Gedung Putih belum memberikan komentar terkait hasil survei tersebut. (RT/B-3)

















































