Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean di Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026). JPO tersebut mengalami kerusakan parah dan nyaris roboh setelah tertabrak truk pengangkut alat berat. Pembongkaran dilakukan(MI/Usman Iskandar.)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung meminta insiden Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta, yang roboh segera diselesaikan. JPO tersebut roboh disebabkan oleh kelalaian sopir truk pengangkut alat berat yang membawa muatan melebihi batas ketinggian. Muatan tersebut kemudian menghantam struktur JPO hingga mengalami kerusakan.
Pramono mengatakan penanganan hukum terhadap insiden itu sepenuhnya diserahkan kepada dinas terkait bersama aparat penegak hukum (APH).
Menurut dia, pemerintah akan menghormati proses yang sedang berjalan, termasuk jika nantinya terdapat tuntutan kepada pihak yang bertanggung jawab.
“Yang terjadi kemarin memang karena keteledoran sopir yang mengangkut muatan dengan ketinggian melebihi batas yang diizinkan sehingga menyangkut JPO. Apakah nantinya dilakukan penuntutan atau tidak, itu menjadi kewenangan dinas terkait bersama aparat penegak hukum,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/7).
Pramono juga mengatakan prioritas Pemprov DKI bukan hanya mengawal proses hukum, tetapi juga mempercepat pembangunan kembali JPO Kapten Tendean. Menurut dia, fasilitas penyeberangan tersebut memiliki peran strategis karena berada di kawasan dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.
“Yang paling penting bagi kami adalah JPO ini segera dibangun kembali agar masyarakat bisa kembali menyeberang dengan aman dan aktivitas di kawasan Tendean berjalan normal,” pungkasnya. (H-4)

















































