Sertifikasi hingga Magang Jadi Kunci Cetak Talenta Digital Siap Hadapi Dunia Kerja

1 week ago 17
Sertifikasi hingga Magang Jadi Kunci Cetak Talenta Digital Siap Hadapi Dunia Kerja Ilustrasi(Dok Istimewa)

UPAYA mempersempit kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi strategis. Sinergi antara perguruan tinggi dan perusahaan menjadi langkah penting untuk mencetak talenta digital yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis sesuai tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.

Perkembangan transformasi digital membuat dunia usaha kian membutuhkan sumber daya manusia adaptif, memiliki kompetensi teknis, serta mampu berkolaborasi dalam lingkungan kerja yang dinamis.

Karena itu, program seperti sertifikasi industri, webinar, pengembangan keterampilan, hingga magang menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan yang siap terjun ke dunia profesional.

Komitmen tersebut diwujudkan Cyber University melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Mid Solusi Nusantara (Mekari) dalam rangkaian Seminar Industri, Poster Day 2026, dan Health Check di Jakarta. Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi kampus untuk menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri digital.

Brand Marketing Mekari Aryana Jasiman mengatakan kerja sama yang berlaku selama setahun ke depan itu akan diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif, seperti Mekari University, webinar, sertifikasi, program magang, hingga pengembangan course yang disesuaikan dengan kebutuhan kampus dan industri.

Menurutnya, kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Sinergi tersebut diharapkan mampu membantu mahasiswa memahami kebutuhan dunia kerja dan mempersiapkan diri sebelum memasuki lingkungan profesional.
"Kolaborasi antara industri dan universitas sangat penting karena tujuannya adalah mempersiapkan mahasiswa agar benar-benar siap bekerja di dunia industri. Saya melihat banyak program yang memang dirancang untuk membekali mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja," katanya.

Aryana menambahkan selain kemampuan teknis, industri kini juga membutuhkan lulusan yang memiliki ketangguhan (resilience) untuk menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

"Bagi saya, kompetensi paling penting saat ini adalah resilience atau ketangguhan. Dunia berubah sangat cepat, sehingga kita semua harus terus belajar, mampu beradaptasi, dan segera mengimplementasikan pengetahuan baru dalam pekerjaan," ungkapnya.

Sebagai perusahaan penyedia ekosistem Software as a Service (SaaS), Mekari menghadirkan berbagai solusi bisnis yang mencakup pengelolaan sumber daya manusia, akuntansi, perpajakan, komunikasi pelanggan, hingga tanda tangan digital. "Pengalaman dan teknologi ini kami harap dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan industri lebih nyata," tutup Aryana.

Sementara itu, Rektor Cyber University Gunawan Witjaksono mengatakan kemitraan dengan Mekari merupakan bagian dari implementasi konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pengalaman belajar yang lebih aplikatif agar mampu menjawab kebutuhan sektor digital.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman akademik kuat, tetapi juga pengalaman praktis serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini," ujar Gunawan.

Ia menambahkan keterlibatan langsung pelaku industri dalam proses pembelajaran akan memperluas wawasan mahasiswa terhadap tantangan dan peluang di era ekonomi digital.

Melalui berbagai program yang telah disiapkan, lulusan diharapkan memiliki keterampilan teknis dan soft skills yang dibutuhkan untuk menjadi talenta digital adaptif, inovatif, serta siap bersaing di dunia kerja. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |