Redam Konflik Mindanao, Kardinal Asal Filipina Terima Penghargaan Harmoni Asia Tenggara Perdana di Jakarta

1 week ago 13
Redam Konflik Mindanao, Kardinal Asal Filipina Terima Penghargaan Harmoni Asia Tenggara Perdana di Jakarta Ilustrasi(Dok Istimewa)

DI tengah tantangan menjaga keberagaman regional, sebuah inisiatif penghargaan tingkat Asia Tenggara resmi dilahirkan. Tokoh perdamaian asal Filipina, Kardinal Orlando Beltran Quevedo, O.M.I., dinobatkan sebagai penerima perdana penghargaan bergengsi Harmony in Diversity Award atas dedikasi luar biasanya selama puluhan tahun dalam menjembatani dialog antaragama di wilayah konflik Mindanao.

Penyerahan penghargaan prestisius yang diinisiasi oleh lembaga filantropi Singapura, Temasek Foundation, bersama organisasi nirlaba 5P Global Movement ini akan dilangsungkan dalam acara puncak Harmony in Diversity Award Ceremony di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Uskup Agung Emeritus Cotabato tersebut dinilai berhasil menerapkan metode yang ia sebut sebagai "Dialogue of Life"—sebuah pendekatan berbasis penguatan rasa saling percaya melalui interaksi sosial sehari-hari antarumat beragama di akar rumput.

Chairman 5P Global Movement Indonesia, William Sabandar, menegaskan bahwa keragaman merupakan modal sosial terbesar bagi Asia Tenggara. Kendati demikian, harmoni sosial tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, melainkan harus terus dirawat secara aktif.

"Harmoni dibangun melalui dialog, kepercayaan, dan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari. Harmony in Diversity Award hadir untuk memberikan penghargaan kepada individu-individu yang mendedikasikan hidupnya bagi upaya tersebut," ujar William di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

William menambahkan, platform regional ini sengaja dirancang bukan sekadar sebagai ajang seremonial tahunan, melainkan menjadi wadah ekosistem untuk menghubungkan ribuan agen perubahan di seluruh Asia Tenggara agar dapat berkolaborasi lebih erat.

Senada dengan itu, Senior Director Temasek Foundation, Ling Pei Shan, menjelaskan bahwa inisiatif ini sangat selaras dengan visi strategis lembaganya yang bertumpu pada lima pilar utama, yakni Planet, People, Peace, Progress, dan Partnerships.

Temasek Foundation memandang isu perdamaian dan harmoni sebagai prasyarat mutlak yang tidak bisa ditawar jika ingin mendorong kemakmuran kawasan.

"Kami meyakini bahwa perdamaian merupakan fondasi bagi manusia, bumi, dan kemajuan. Tanpa perdamaian, masyarakat tidak dapat berkembang dan kehidupan banyak orang akan terganggu," papar Ling Pei Shan.

Melalui penghargaan ini, Temasek Foundation berharap dapat membangun sebuah ekosistem Harmony in Diversity yang lebih luas dengan membuka ruang kolaborasi lintas sektor—termasuk pemerintah, dunia usaha, filantropi, dan masyarakat sipil—dalam merawat toleransi di Asia Tenggara.

Acara penganugerahan esok hari dijadwalkan akan dihadiri oleh para pemimpin kawasan, tokoh lintas agama, dewan juri internasional, serta perwakilan organisasi masyarakat sipil untuk merayakan komitmen bersama dalam memperkokoh integrasi sosial dan perdamaian di Asia Tenggara. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |