Ratusan Warga Jember Kekurangan Pasokan Air Bersih, PMI Jatim Distribusikan Air Bersih

1 week ago 13
Ratusan Warga Jember Kekurangan Pasokan Air Bersih, PMI Jatim Distribusikan Air Bersih PMI mendistribusikan air bersih kepada warga Jember.(MI/Faishol Taselan)

SEBANYAK 66 kepala keluarga atau 158 jiwa di Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, kekurangan air bersih akibat musim kemarau yang melanda daerah tersebut. 

“Mereka mengalami kesulitan air bersih sejak awal Juli 2026. Ada 66 kepala keluarga atau 158 jiwa yang kekurangan pasokan air bersih,” kata Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Jawa Timur, Edi Purwinarto di Surabaya, Rabu (15/7).

PMI Jawa Timur mengirim satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih didistribusikan ke daerah terkena kekeringan di Kabupaten Jember, salah satunya di Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.

PMI Kabupaten Jember sejak musim kemarau ini telah menyalurkan 30.000 liter air bersih kepada 66 kepala keluarga (158 jiwa) yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih sejak awal Juli 2026.

Setiap dua hari sekali, PMI Jember mengoperasikan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mengisi enam tandon air yang tersebar di lingkungan warga. Empat tandon berkapasitas 1.200 liter dan dua tandon masing-masing berkapasitas 1.100 liter.

Edi Purwinarto mengatakan, fenomena El Nino menyebabkan musim kemarau lebih panjang sehingga berdampak pada meningkatnya potensi kekeringan di berbagai daerah di Jawa Timur.

"Dari informasi yang kami terima, El Nino berdampak pada musim kemarau yang dimulai Juli hingga Agustus sebagai tahap awal. Puncaknya diperkirakan berlangsung Agustus sampai Oktober, bahkan bisa berlanjut hingga awal 2027," ujarnya.

Ia menjelaskan, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, terdapat 29 daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Namun hingga saat ini baru 11 kabupaten/kota yang telah menetapkan status darurat kekeringan dan enam daerah yang aktif melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat. 

"Dari Jember, besok saya akan melanjutkan monitoring ke Kabupaten Bondowoso yang juga terdampak kekeringan," katanya.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember, Narto,  mengatakan distribusi air bersih dilakukan sejak 2 Juli 2026 berdasarkan penugasan dalam penanganan darurat kekeringan di wilayah Pakusari.

"Hingga saat ini PMI telah menyalurkan 30.000 liter air bersih menggunakan satu unit truk tangki yang beroperasi setiap dua hari sekali sesuai kebutuhan masyarakat. Saat ini kami melayani 66 kepala keluarga atau sekitar 158 jiwa," ujarnya.

Air bersih yang disalurkan berasal dari Perumdam Tirta Pendalungan Jember yang memberikan pasokan secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan bencana kekeringan.

Salah seorang warga Dusun Bunder, Jayuk, mengaku bantuan air bersih dari PMI sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Kami terbantu untuk kebutuhan minum, memasak, dan berwudhu. Kalau mandi masih harus ke sungai yang jaraknya cukup jauh karena sumber air di desa sudah tidak layak digunakan," katanya. (FL/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |