PTPN Kembangkan 10.000 Hektare Ubi Kayu, Dorong Hilirisasi hingga Bioetanol

8 hours ago 12
PTPN Kembangkan 10.000 Hektare Ubi Kayu, Dorong Hilirisasi hingga Bioetanol Ilustrasi(Dok PTPN)

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional melalui pengembangan komoditas ubi kayu secara terintegrasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BUMN menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan hilirisasi, PTPN Group membangun ekosistem ubi kayu dari hulu hingga hilir untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Pengembangan tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha lokal, sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden dalam memperkuat swasembada pangan dan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sebagai langkah konkret, PTPN III melalui anak usahanya, PTPN I (Persero), menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama usaha bersama 11 mitra strategis yang terdiri atas perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan. Penandatanganan berlangsung di Kantor Regional PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, Rabu (12/8). 

MoU tersebut ditandatangani Plt. Region Head PTPN I Regional 7 Iyan Heryanto dan disaksikan Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna serta Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero) Arif Budiman. Kerja sama dengan 11 mitra tersebut menjadi tahap awal dari target pengembangan lahan ubi kayu seluas 10.000 hektare di Provinsi Lampung.

Pada tahap pertama, para mitra telah merencanakan penanaman di lahan seluas 7.313 hektare yang akan dioptimalkan melalui program budidaya terpadu. Sementara itu, lahan sisanya akan dikembangkan secara bertahap seiring dengan perluasan kemitraan dan kesiapan lahan.

Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan kolaborasi multipihak tersebut merupakan wujud komitmen PTPN Group dalam membangun ekosistem bisnis yang berkeadilan. Menurutnya, peran BUMN tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pengembangan lahan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, dan penguatan ekonomi desa.

"Kami membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi on farm, kami fokus pada optimalisasi lahan, teknologi budidaya, dan pengembangan varietas unggul," ujar Denaldy.

Di sisi hilir, pengembangan ubi kayu diarahkan pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatannya sebagai bahan baku bioetanol. Dengan demikian, komoditas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ganda bagi ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Denaldy menegaskan keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. PTPN III memastikan keterlibatan Pemerintah Provinsi Lampung, BUM-Des, koperasi, BUMD, dan masyarakat dalam membangun rantai nilai yang inklusif.

"Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung. Sinergi ini menjadi langkah nyata mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan energi nasional," katanya.

Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero) Arif Budiman mengatakan pihaknya siap mengimplementasikan program tersebut secara bertahap, mulai dari penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budi daya, hingga integrasi dengan industri hilir.

"Kami optimistis kolaborasi ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal. Kami berkomitmen menjadikan program ini sebagai model agribisnis modern yang berkelanjutan," kata Arif.

Ke depan, pengembangan ekosistem ubi kayu di Lampung akan diperkuat melalui riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan industri hilir. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pertumbuhan ekonomi daerah. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |