AS dan Iran Gagal Capai Kesepakatan soal Kerangka Waktu Perdamaian

8 hours ago 4
AS dan Iran Gagal Capai Kesepakatan soal Kerangka Waktu Perdamaian Presiden AS Donald Trump.(Xinhua)

PEMBICARAAN antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang bertujuan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah kembali menemui jalan buntu. Kedua negara hingga kini belum mencapai kesepakatan mengenai kerangka waktu pelaksanaan perjanjian damai sementara yang sebelumnya sempat disepakati.

Seorang pejabat senior Iran mengungkapkan bahwa negosiator dari kedua belah pihak masih memiliki perbedaan pandangan yang tajam terkait sejumlah poin krusial. Fokus utama dalam diskusi yang melibatkan mediator tersebut adalah kemungkinan kembalinya AS ke dalam perjanjian sementara serta penetapan jadwal yang jelas untuk menjalankan komitmen masing-masing.

"Salah satu isu yang sedang dibahas via mediator adalah kembalinya AS ke perjanjian sementara dan penetapan jangka waktu untuk melaksanakan komitmen tersebut. Belum ada kemajuan sama sekali dalam masalah ini," ujar pejabat tersebut.

Kronologi Kegagalan MoU Sementara

Pada Juni lalu, AS dan Iran sebenarnya telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) sementara. Dokumen ini dirancang sebagai jembatan menuju penghentian perang secara menyeluruh. Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak setuju untuk menghentikan operasi militer secara permanen di seluruh front, termasuk di Lebanon. Sebagai imbalannya, Washington memberikan izin bagi Teheran untuk kembali mengekspor minyak.

Perjanjian tersebut memberikan tenggat waktu 60 hari bagi kedua negara untuk melakukan perundingan guna mencapai kesepakatan final. Namun, stabilitas kesepakatan ini goyah ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakhiri perjanjian pada 7 Juli, sebelum batas waktu berakhir. Langkah ini disusul oleh pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran yang menangguhkan MoU damai tersebut beberapa hari kemudian.

Saling Tuding Pelanggaran Komitmen

Kebuntuan ini diperparah oleh aksi saling tuding antara Washington dan Teheran. Pihak AS menuduh Iran gagal memenuhi janji untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sebaliknya, Iran menuduh AS mengabaikan kewajibannya untuk mencabut blokade ekonomi serta mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan.

Terkait laporan dari pejabat Pakistan kepada Anadolu yang menyebut adanya kesepakatan perpanjangan periode 60 hari dalam MoU, pihak Iran memberikan bantahan tegas. Sumber internal Iran menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan mengenai perpanjangan karena perjanjian tersebut dianggap sudah mati sejak awal.

"Tidak ada pembicaraan tentang perpanjangan karena dari perspektif Iran tidak ada periode yang dimulai dan oleh karena itu tidak ada yang perlu diperpanjang. Amerika Serikat melanggar perjanjian sementara 48 jam setelah disepakati dan menarik diri darinya beberapa hari kemudian," tegas sumber tersebut.

Hingga saat ini, belum ada titik temu baru mengenai kelanjutan MoU maupun kerangka waktu yang dapat menjadi landasan bagi kedua negara untuk kembali ke meja perundingan menuju perdamaian final di kawasan. (Fer/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |