Produksi Melonjak, Tambang Emas Pani Masuk Fase Pengembangan Besar

4 hours ago 2
Produksi Melonjak, Tambang Emas Pani Masuk Fase Pengembangan Besar ilustrasi(Antara)

Produksi emas Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menunjukkan peningkatan signifikan seiring berjalannya proses peningkatan kapasitas operasi heap leach. Kinerja tersebut menjadi pijakan bagi PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) untuk melanjutkan pengembangan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL) berkapasitas 12 juta ton per tahun (Mtpa) yang diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan produksi perusahaan.

Entitas anak PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) itu mencatat produksi 15.594 ounces emas pada kuartal II 2026. Jumlah tersebut meningkat lebih dari delapan kali lipat dibandingkan produksi pada kuartal I yang mencapai 1.818 ounces. Kenaikan produksi tersebut sejalan dengan proses ramp-up operasi heap leach yang terus dilakukan sejak Tambang Emas Pani menghasilkan emas perdana pada 14 Februari 2026.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk Boyke P Abidin mengatakan pengembangan fasilitas heap leach dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kemampuan pengolahan bijih di Tambang Emas Pani.

Hingga saat ini, Cell 1 dan Cell 2 telah selesai dibangun. Kapasitas fasilitas tersebut akan terus ditingkatkan melalui pekerjaan peninggian tanggul yang ditargetkan berlangsung hingga akhir 2026. Pengembangan kemudian akan dilanjutkan pada 2027, termasuk pembangunan Cell 3 yang saat ini telah dimulai. Setelah seluruh tahapan pengembangan selesai, fasilitas heap leach Pani ditargetkan mampu menampung sekitar 62 juta ton bijih.

Selain meningkatkan kapasitas heap leach, EMAS juga tengah membangun fasilitas pengolahan CIL dengan kapasitas awal 12 Mtpa. Fasilitas tersebut dirancang untuk melengkapi operasi heap leach sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh emas dari bijih yang diproses. Kehadiran fasilitas CIL diperkirakan mampu meningkatkan tingkat perolehan emas dari sekitar 80 persen menjadi lebih dari 90 persen. Kapasitas pengolahan fasilitas tersebut juga dirancang untuk dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 24 juta ton per tahun.

Pembangunan CIL Masuk Tahap Persiapan

Pengembangan fasilitas CIL 12 Mtpa saat ini berjalan sesuai dengan rencana perusahaan. Persiapan lahan terus dilakukan, dengan pekerjaan pengecoran beton pertama ditargetkan dimulai pada awal kuartal IV 2026.

Sejumlah infrastruktur pendukung juga dikembangkan secara bersamaan untuk menunjang peningkatan kapasitas Tambang Emas Pani. Infrastruktur tersebut antara lain fasilitas tailings untuk menampung sisa hasil pengolahan serta tambahan pasokan listrik yang dikembangkan melalui kerja sama dengan PT PLN (Persero). Pengembangan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari persiapan peningkatan skala operasi Pani seiring bertambahnya kapasitas fasilitas pengolahan.

Boyke mengatakan EMAS kini berada dalam tahap penting dalam pengembangan Tambang Emas Pani, ditandai dengan peningkatan produksi heap leach dan pembangunan fasilitas CIL.

“EMAS kini memasuki fase pertumbuhan penting, didukung oleh peningkatan produksi heap leach dan pembangunan fasilitas CIL 12 Mtpa. Pengembangan kedua fasilitas ini akan menjadi pendorong utama peningkatan kapasitas produksi Tambang Emas Pani,” ujar Boyke.

Menurut dia, pembangunan fasilitas utama dan infrastruktur pendukung yang berjalan sesuai rencana menjadi fondasi bagi pengembangan Pani sebagai tambang emas berskala besar dengan umur operasi panjang. Dengan produksi heap leach yang terus mengalami peningkatan dan pembangunan fasilitas CIL yang memasuki tahapan penting, EMAS menargetkan Tambang Emas Pani dapat terus meningkatkan kapasitas produksinya sekaligus menjadi salah satu penopang pertumbuhan bisnis perseroan dalam jangka panjang. (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |