Teleskop Luar Angkasa Roman di bagian atas, Teleskop Luar Angkasa James Webb di bagian kiri bawah, dan Teleskop Luar Angkasa Hubble di bagian kanan bawah. (NASA; diedit oleh Monisha Ravisetti)
OBSERVATORIUM luar angkasa generasi terbaru milik NASA, Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman, siap mengungkap rahasia alam semesta dengan cara yang belum pernah bisa dilakukan oleh pendahulunya, Teleskop Hubble maupun James Webb Space Telescope (JWST). Melalui kombinasi teknologi mutakhir, teleskop ini dirancang untuk menangkap citra antariksa dalam skala yang sangat raksasa.
Keunggulan utama Teleskop Roman terletak pada bidang pandangnya yang sangat luas. Instrumen utamanya, *Wide-Field Instrument* (WFI), mampu menangkap area antariksa hingga 50 kali lebih luas dibandingkan dengan citra yang dihasilkan oleh JWST. Luasnya cakupan pandang ini membuat foto yang dihasilkan oleh Teleskop Roman diperkirakan memiliki resolusi dan ukuran yang sangat besar.
Meski cermin utamanya berukuran diameter 2,4 meter, sama besarnya dengan cermin Teleskop Hubble, Teleskop Roman memiliki bobot cermin yang sekitar 80 persen lebih ringan. Dibandingkan dengan Hubble, teleskop baru ini juga didukung oleh kapasitas dan daya pemrosesan data yang jauh lebih tinggi untuk memetakan miliaran galaksi selama masa operasionalnya.
Sementara itu, JWST memiliki cermin utama berukuran 6,5 meter yang jauh lebih besar. Cermin raksasa JWST dirancang khusus untuk mengumpulkan cahaya sebanyak mungkin guna menembus bagian terdalam dari alam semesta kuno dengan sudut pandang yang sangat sempit dan fokus. Berbeda dengan JWST yang memfokuskan pandangan mendalam pada satu titik tertentu, Teleskop Roman hadir untuk memindai wilayah langit yang sangat luas secara cepat.
Kedua pendekatan ini saling melengkapi satu sama lain. Teleskop Roman bertugas menyisir area antariksa yang luas untuk menemukan berbagai objek atau fenomena menarik, seperti materi gelap, energi gelap, bintang meledak (supernova), hingga planet di luar tata surya (eksoplanet). Setelah objek menarik ditemukan oleh Roman, teleskop seperti JWST dapat digunakan untuk melakukan pengamatan lanjutan secara lebih terperinci.
Melalui keunggulan teknologi pemindaian berskala besar ini, para ilmuwan menganggap Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman sebagai pelengkap sempurna bagi observatorium antariksa yang sudah ada. Kehadirannya siap membuka era baru dalam pemetaan dan pemahaman sejarah kosmos secara lebih menyeluruh. (Space/Z-2)









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340293/original/053973400_1757170402-20250906AA_Indonesia_U-23_vs_Macau-07_2.JPG)








