Perkiraan Cuaca Jawa Tengah 17 Juli 2026: Hujan Ringan, Angin Kencang dan Rob

1 week ago 20
 Hujan Ringan, Angin Kencang dan Rob Banjir merendam jalur Pantura Semarang-Demak akibat air laut pasang (rob) di perairan utara cukup mengganggu transportasi.(MI/Akhmad Safuan)

HUJAN ringan berpeluang mengguyur 5 daerah di Jawa Tengah Jumat (17/7), gelombang tinggi di perairan utara mereda tetapi air laut pasang (rob) masih berlangsung hingga berdampak banjir di kawasan pesisir di sejumlah daerah di Pantura. 

Sebagian besar daerah di Jawa Tengah cerah berawan dan berawan sepanjang hari Jumat (17/7), warga diminta waspada kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun 5 daerah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi berpeluang diguyur hujan ringan tidak merata dan berpotensi terjadi angin kencang. 

Ketinggian gelombang di perairan selatan masih mencapai 1,25-2,5 meter, sedangkan v di perairan utara sedikit mereda dengan ketinggian 0,5-1, 25 meter tetapi air laut pasang (rob) dengan ketinggian maksimum 1 meter masih berlangsung hingga mengakibatkan banjir di kawasan pesisir di sejumlah daerah di Pantura belum surut. 

"Waspadai banjir di sejumlah daerah di Pantura seperti Pati, Demak, Semarang dan Pekalongan belum ada tanda-tanda surut, akibat air laut pasang (rob) yang masih berlangsung, " ujar Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Herbuana Yoga W. 

Meskipun gelombang tinggi di perairan untuk Jawa Tengah menurun, lanjut Herbuana Yoga, air laut pasang (rob) berlangsung pada pukul 08.00-13.00 WIB berdampak banjir yang mencapai Jalur Pantura Semarang-Demak akan mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam. 

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Rany Puspita mengatakan di tengah musim kemarau dan kondisi banyak daerah mengalami kekeringan, hujan ringan berpeluang turun di 5  daerah di Jawa Tengah pada Jumat (17/7) yakni Purwokerto, Purbalingga, Kajen, Slawi dan Bumiayu. 

"Waspada terhadap bencana karhutla akkbat musim kemarau ini, karena banyak tanaman dan dahan kering yang mudah terbakar, " kata Rany Puspita. 

Selain itu warga juga diminta waspada terhadap angin kencang, ungkap Rany Puspita, karena angin pada umumnya bertiup dari timur ke selatan dengan kecepatan 5-35 kilometer per jam, sedangkan duhu udara berkisar 16-33 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 45-95 persen.  (H-2)
 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |