Suasana evakuasi penumpang dari kapal wisata yang tenggelam di Perairan Tanjung Katupa.(Dok SAR Mataram)
MATARAM, Sebuah kapal wisata dilaporkan tenggelam di perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (16/7) malam akibat dihajar gelombang.
Kapal wisata Armada Mulia tenggelam akibat dihantam gelobang tinggi, namun seluruh penumpang dinyatakan selamat setelah berhasil dievalkuasi. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.45 Wita saat kapal dalam perjalanan dari Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menuju Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak 45 orang berada di atas kapal, terdiri dari 8 anak buah kapal (ABK), dan 37 penumpang. Dari jumlah tersebut, 16 orang merupakan warga negara Indonesia (WNI), dan 29 orang warga negara asing (WNA).
Mendapat laporan tentang adanya musibah kapal tenggelam, pihak Kantor SAR Mataram segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengerahkan personel dari Pos SAR Bima.
Proses evakuasi dilakukan melalui sinergi antara Polairud Polres Bima, KSOP Bima, SROP Bima, BPBD Kabupaten Bima, dan KUPP Labuhan Lombok dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kapal Sukha Sail, Majestic, dan Sultan merespons sinyal darurat dengan sangat sigap.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi menyebutkan, kapal Sukha Sail adalah yang pertama mengevakuasi para korban dari lifecraft ke atas kapal.
"Selanjutnya, para korban dievakuasi ke kapal Majestic dan Sultan. Sebanyak 17 orang dievakuasi ke kapal Sultan, sementara 28 orang lainnya berada di kapal Majestic,” kata Hariyadi.
Pada Jumat (17/7) pukul 02.45 Wita diberangkatkan kapal KM Amokti Palapa, dari Pelabuhan Bima ke lokasi yang telah ditentukan sebelumnya untuk penjemputan korban.
"Prioritas utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan kru. Alhamdulillah, kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil,” ujarnya.
Dia menjelaskan, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, dan telah tiba pada pukul 09.23 Wita di Pelabuhan Bima dengan menggunakan kapal KM Amokti Palapa untuk penanganan lebih lanjut.
Setelah memastikan seluruh penumpang dan ABK tiba dengan selamat di Pelabuhan Bima pada pagi hari ini, Operasi Pencarian dan Pertolongan secara resmi dinyatakan selesai. (YR/E-4)

















































