Perempuan dan Anak Jadi Perhatian Khusus, Kemen PPPA Kirim 46,6 Ton Bantuan ke Flores

1 hour ago 2
Perempuan dan Anak Jadi Perhatian Khusus, Kemen PPPA Kirim 46,6 Ton Bantuan ke Flores Menteri PPPA berdialog dengan seorang anak korban gempa Flores di RSUD Komodo, Senin (24/8/2026).(MI/Marianus Marselus)

PEREMPUAN dan anak menjadi perhatian khusus dalam penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kemen PPPA, bersama sejumlah mitra pembangunan dan dunia usaha mengirimkan 46,6 ton bantuan khusus bagi perempuan dan anak terdampak gempa.

Bantuan tersebut diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, pada Minggu, (23/8) di Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi kepada Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati, didampingi Tenaga Ahli Kepala BNPB Mayjen Purn Sun Suripto.

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, kebutuhan perempuan dan anak dalam kondisi bencana tidak dapat disamakan dengan kebutuhan korban secara umum. Karena itu, pemerintah memastikan bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan kelompok rentan tersebut.

“Kebutuhan perempuan dan anak dalam situasi bencana memiliki kekhususan yang harus segera dipenuhi. Karena itu, kami melakukan pemetaan kebutuhan secara langsung agar bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan mereka di lokasi terdampak,” ujar Arifatul.

Menurut Arifatul, Presiden juga telah mendesak seluruh kementerian dan lembaga, termasuk Kemen PPPA, untuk memastikan seluruh korban bencana mendapatkan penanganan secepatnya. Kemen PPPA pun akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu perempuan dan anak selama masa tanggap darurat hingga pemulihan.

“Arahan Presiden sangat jelas, seluruh korban harus segera ditangani. Kami di Kemen PPPA akan memastikan perempuan dan anak tidak terlewat dalam penanganan bencana, termasuk kebutuhan perlindungan, kesehatan, sanitasi, hingga dukungan psikososial,” katanya.

Bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan pangan dan nutrisi, antara lain nutrisi untuk balita dan anak, air minum kemasan, makanan olahan serta berbagai logistik siap saji.

Untuk kebutuhan sanitasi, kebersihan dan kesehatan, bantuan juga berisi popok bayi, pembalut, sabun, pasta dan sikat gigi, serta losion antinyamuk.

Selain itu, dikirim pula kebutuhan nonmakanan berupa pakaian anak dan dewasa, mukena, abaya, handuk, selimut dan sarung. Kebutuhan pemulihan psikologis anak juga menjadi perhatian dengan disertakannya buku edukasi psikososial, buku cerita dan buku mewarnai.

Sejumlah mitra pembangunan dan dunia usaha turut berkontribusi dalam bantuan tersebut, di antaranya APSAI, APNIA, Danone, APJI, Muslimat NU, PWKI, IWAPI, Unilever, PERKIN, dan Nestlé.

Arifatul menegaskan, penanganan perempuan dan anak korban bencana tidak berhenti pada pemberian bantuan logistik. Perlindungan dari kekerasan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta dukungan psikososial juga harus menjadi bagian dari penanganan di lapangan.

“Kami ingin memastikan bahwa dalam situasi darurat sekalipun, hak perempuan dan anak tetap terlindungi. Bantuan bukan hanya soal makanan, tetapi juga soal keamanan, kesehatan, kebersihan, dan pemulihan psikologis,” tutur Arifatul.

Pengiriman bantuan dilakukan setelah Kemen PPPA berkoordinasi dengan Dinas P3A Provinsi NTT serta tujuh kabupaten terdampak gempa. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan perempuan dan anak yang paling mendesak di lapangan.

Hasil pemetaan kemudian dibahas bersama para mitra pembangunan melalui pertemuan daring. Para mitra merespons kebutuhan tersebut dengan komitmen dan solidaritas untuk mendukung penanganan korban gempa Flores.

Kemen PPPA juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi masyarakat, komunitas perempuan dan dunia usaha, agar dukungan bagi korban dapat terus diperkuat selama masa pemulihan.

Sementara itu, BNPB terus berkoordinasi dengan Pos Pendukung Logistik di Labuan Bajo dan Maumere, Kemen PPPA serta pihak terkait lainnya. Koordinasi dilakukan untuk memastikan bantuan yang diterima dikelola dan didistribusikan secara aman, lancar dan tepat sasaran kepada perempuan dan anak yang terdampak gempa di wilayah Flores, NTT. (MM/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |