Kisah Pilu Yuliana, Patah Kaki akibat Gempa saat Jenguk Cucu di Manggarai Barat

2 hours ago 2
Kisah Pilu Yuliana, Patah Kaki akibat Gempa saat Jenguk Cucu di Manggarai Barat Yuliana Soli Ledi, warga Kabupaten Sumba Tengah dengan kondisi kaki patah berada di tenda pengungsian di Di Kampung Ntalung, Desa Coal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.(Dok Humas Polda NTT)

DI Kampung Ntalung, Desa Coal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kesibukan masih terlihat di sekitar tenda-tenda pengungsian. Warga keluar-masuk tenda, petugas membagikan bantuan, sementara sejumlah orang memastikan kebutuhan para korban gempa terpenuhi.

Di salah satu sudut tenda, seorang perempuan paruh baya terbaring di atas alas seadanya. Ia menahan sakit pada kaki kanannya yang patah. Perempuan itu bernama Yuliana Soli Ledi, warga Kabupaten Sumba Tengah.

Yuliana datang ke Kampung Ntalung untuk menjenguk putrinya, Yublina Wairu Gore, yang baru saja melahirkan anak pertama. Ia datang membawa kebahagiaan untuk bertemu anak dan cucunya. Namun, gempa mengubah segalanya dalam sekejap.

Saat guncangan terjadi, Yuliana panik dan berusaha berlari keluar rumah. Ketika berada di ambang pintu, material tembok roboh dan menghantam kaki kanannya hingga patah.

Setelah dievakuasi dari reruntuhan, Yuliana bersama anak dan cucunya dibawa ke tenda pengungsian yang didirikan warga bersama petugas. Kapolsek Kuwus Iptu Arsilinus bersama tim medis kemudian memberikan penanganan awal di lokasi.

Yuliana sempat disarankan menjalani perawatan intensif di RSUD Komodo, Labuan Bajo, untuk mendapatkan penanganan bedah tulang. Namun, setelah berdiskusi dengan keluarga, ia memilih menempuh pengobatan tradisional di kampung halamannya di Sumba Tengah.

Yuliana akhirnya diterbangkan ke Sumba Tengah pada Kamis (20/8). "Kami sudah berupaya maksimal membujuk dan memberikan pemahaman medis agar Mama Yuliana bersedia dirujuk ke RSUD Komodo di Labuan Bajo guna mendapat perawatan bedah tulang yang memadai," terang Iptu Arsilinus, Senin (24/8).

Meski keluarga memilih pengobatan tradisional, pihak kepolisian tetap berkomitmen memantau kondisi Yuliana melalui personel Bhabinkamtibmas hingga ia dipastikan tiba di rumah dan mendapatkan perawatan yang layak.

"Keputusan keluarga tentu kami hormati. Namun, pemantauan kondisi Mama Yuliana akan terus kami lakukan melalui personel Bhabinkamtibmas setempat hingga dipastikan beliau tiba di rumah," tambahnya.

Menjaga Rumah yang Ditinggalkan

Kisah Yuliana menggambarkan bagaimana gempa tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengubah perjalanan hidup warga. Namun, setelah warga menyelamatkan diri ke tenda pengungsian, persoalan lain muncul: keamanan rumah yang ditinggalkan.

Saat malam tiba, tenda menjadi tempat warga beristirahat, sementara rumah-rumah yang ditinggalkan menjadi sunyi. Di dalamnya masih tersimpan pakaian, dokumen, perabot, dan harta benda yang tak mungkin seluruhnya dibawa ke pengungsian.

Untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan, Polsek Kuwus meningkatkan patroli dialogis dan patroli preventif pada malam hari di kawasan permukiman yang kosong.

"Ketika warga berada di tenda pengungsian, rumah-rumah mereka menjadi kosong dan rawan. Karena itu, patroli preventif (crime prevention) ditingkatkan pada malam hari untuk memberikan jaminan rasa aman bagi warga bahwa harta benda mereka tetap terjaga," kata Iptu Arsilinus.

Selain menjaga keamanan, aparat juga mendata kondisi rumah warga dan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Para Bhabinkamtibmas ditugaskan melakukan pemetaan kerusakan sekaligus mendata bayi, balita, ibu menyusui, dan lansia.

Polsek Kuwus juga berkoordinasi dengan Puskesmas Kuwus dan Pemerintah Desa Coal untuk memastikan ketersediaan obat-obatan, pelayanan kesehatan berkala, serta kebutuhan gizi balita di posko pengungsian tetap terpenuhi.

Malam pun turun di Kampung Ntalung. Di dalam tenda, warga berusaha beristirahat setelah hari-hari yang melelahkan, sementara di luar, personel kepolisian terus berkeliling menjaga permukiman yang ditinggalkan penghuninya. (i-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |