OMC Terus Dilakukan, Wilayah IKN dan Sekitarnya Mulai Diguyur Hujan

2 hours ago 2
OMC Terus Dilakukan, Wilayah IKN dan Sekitarnya Mulai Diguyur Hujan Dua awak pesawat TNI AU jenis Casa 212 A-2105 semaikan garam NaCI di atas udara IKN dalam pelaksanaan OMC(Dok OIKN)

HUJAN mulai mengguyur kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah sekitar di Kalimantan Timur (Kaltim). Guyuran hujan tersebut diperkirakan dampak dari pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam misi antisipasi dampak El Nino, musim kering, kekeringan, dan potensi kebakaran hutan dan lahan yang mulai terasa di kawasan IKN.

Operasi yang digelar Otorita IKN bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), dan sejumlah instansi terkait, hingga kini masih terus dilakukan. Dimana OMC merupakan upaya berbasis sains dan teknologi untuk mengoptimalkan potensi terjadinya hujan melalui penyemaian awan atau cloud seeding.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, Senin (24/8) mengatakan, pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer agar bahan semai dapat diarahkan pada awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan.  

OMC sudah dan sedang berlangsung sejak Jumat (21/8) hingga Senin (24/8), dimana pada pukul 10.00 Wita telah dilaksanakan lima sortie penerbangan menggunakan pesawat Casa 212 A-2105 dari Markas Operasi Lanud Dhomber, Balikpapan, dengan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) pada setiap sortie. OMC dilakukan untuk menjaga ketersediaan air permukaan di wilayah IKN dan sekitarnya. 

Diakuinya, saat di kawasan IKN mengalami musim kering, dampak dari terjadinya El Nino, dan itu bukan terjadi hanya di Kaltim, tetapi di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Dampak El Nino itu di antaranya kekeringan. yang perlu diantisipasi adalah ketersediaan air. 

“Makanya kita mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk menambah volume air permukaan yang ada di wilayah IKN dan sekitarnya,” jelas Danis.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menerangkan, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada pertumbuhan awan potensial. Karena itu, pemantauan awan, arah dan kecepatan angin, serta waktu penyemaian menjadi dasar utama operasi.

Terkait cuaca terkini, ungkapnya, di Kaltim sudah hampir dua pekan ini tidak turun hujan. Untuk operasi modifikasi cuaca kali ini, perkembangan awan untuk hari ini ada di perbatasan utara Kaltim itu sangat bagus dilakukan operasi ini. 

“Secara historis tingkat keberhasilan OMC ini di angka 30 persen karena ini musim kemarau yang langka awan,” pungkas Djoko.

Berdasarkan perkembangan pelaksanaan OMC hingga Senin (24/8) pukul 10.00 Wita, hujan mulai terpantau di sejumlah wilayah. Data Pos Curah Hujan Long Lebusan, wilayah Hulu WS Mahakam, mencatat hujan di Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu (22/8) pukul 02.00–02.30 Wita dengan curah hujan sekitar 20 milimeter. Selain itu, terdapat informasi hujan juga terjadi di daerah sekitar Kutai Kartanegara.

Di kawasan IKN, muka air pada intake Sungai Sepaku yang menjadi salah satu sumber air baku untuk kebutuhan IKN turut mengalami kenaikan. Elevasi air yang sebelumnya berada di +2,04 meter meningkat menjadi +2,05 meter atau naik sekitar 1 sentimeter pada pukul 08.20 Wita, dan diharapkan dapat terus bertambah.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menyampaikan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai, sehingga pencegahan dan edukasi kepada masyarakat tetap dilakukan.

“Di Agustus ini totalnya sudah 273 titik kejadian kebakaran lahan. Luas lahannya sekitar 752 hektare berdasarkan data yang masuk di kami. Penanganan tetap dilakukan, termasuk upaya preventif dan edukasi kepada masyarakat, melalui surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup agar tidak melakukan pembakaran lahan,” ujar Buyung, pada Sabtu (22/8).

Otorita IKN bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan cuaca, potensi awan hujan, serta kondisi hidrologis di kawasan IKN dan sekitarnya. Pelaksanaan OMC selanjutnya akan disesuaikan dengan dinamika atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi kriteria penyemaian.(EM/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |