Ilustrasi(Dok Istimewa)
PT Jasa Raharja dan Palang Merah Indonesia (PMI) mematangkan sinergi strategis untuk membangun sistem respons darurat terintegrasi bagi korban kecelakaan lalu lintas. Kolaborasi ini dirancang untuk mempercepat pemberian pertolongan pertama sejak menit-menit awal pasca-kejadian guna menekan angka fatalitas korban di jalan raya.
Langkah ini diawali melalui pertemuan perdana di Ruang Rapat Akhlak Jasa Raharja, Jakarta, Kamis (9/7/2026), yang kemudian ditindaklanjuti dengan pematangan draf Nota Kesepahaman (MoU) di Markas PMI Pusat, Senin (13/7/2026).
Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menjelaskan bahwa kerja sama dengan PMI merupakan langkah besar untuk memperkuat ekosistem keselamatan jalan. Jasa Raharja ingin memperluas perannya tidak hanya pada aspek pascakecelakaan melalui pemberian santunan, tetapi juga aktif dalam penanganan darurat medis.
"Hari ini kami berdiskusi banyak mengenai bagaimana kolaborasi antara PMI dan Jasa Raharja dapat segera diwujudkan dalam bentuk program aksi nyata. Ada beberapa hal yang kami sepakati untuk segera ditindaklanjuti," ujar Awaluddin melalui keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Sebagai langkah awal, kedua institusi sepakat untuk meluncurkan proyek percontohan (pilot project) di sejumlah daerah yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas relatif tinggi.
Dalam program ini, PMI akan memperkuat ekosistem digital kegawatdaruratan milik Jasa Raharja dengan menerjunkan jaringan relawan, kemampuan evakuasi, hingga mobilisasi armada ambulans PMI yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia.
Selain itu, program ini juga akan mengimplementasikan konsep edukasi yang melibatkan masyarakat awam di sekitar jalur rawan agar memiliki keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama sebelum petugas medis tiba di lokasi.
"Ketersediaan ambulans PMI dan jaringan pelayanan yang dimiliki diharapkan dapat menjadi model integrasi penanganan darurat yang nantinya dapat direplikasi di berbagai wilayah," tambah Awaluddin.
Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI, Fachmi Idris, menyambut positif inisiatif ini. Ia menilai keunggulan data dan sistem perlindungan dasar yang dimiliki Jasa Raharja akan sangat kuat jika dikombinasikan dengan kapasitas respons cepat logistik kemanusiaan milik PMI.
"Kami ingin ada upaya yang lebih masif untuk mengedukasi masyarakat mengenai road safety sehingga potensi kecelakaan dapat ditekan. Namun apabila kecelakaan tetap terjadi, maka korban harus mendapatkan pertolongan pertama secepat mungkin. PMI memiliki kapasitas untuk itu hingga tingkat desa," kata Fachmi.
Proses pematangan kerja sama yang berlangsung di Markas PMI Pusat tersebut turut ditinjau langsung oleh Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, yang memberikan dukungan penuh terhadap integrasi kemanusiaan ini.
Draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sedang disusun kini mencakup ruang lingkup yang luas, mulai dari integrasi layanan kegawatdaruratan, edukasi kepatuhan administrasi kendaraan bermotor, peningkatan kompetensi SDM, kesiapsiagaan bencana, hingga tata kelola perlindungan data yang akuntabel. (H-2)

















































