Penelitian Ungkap Produk Tembakau Alternatif Tingkatkan Peluang Tinggalkan Rokok

1 week ago 9
Penelitian Ungkap Produk Tembakau Alternatif Tingkatkan Peluang Tinggalkan Rokok ilustrasi(Antara)

Produk tembakau alternatif berpotensi meningkatkan peluang perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok sekaligus mengurangi paparan zat berbahaya yang dihasilkan dari pembakaran tembakau. Temuan tersebut terungkap dalam uji klinis terbaru yang dilakukan Pennsylvania State College of Medicine.

Penelitian itu mengkaji penggunaan sejumlah produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantung nikotin. Hasilnya menunjukkan produk-produk tersebut dapat menjadi salah satu pendekatan pengurangan bahaya bagi perokok dewasa yang belum berhasil berhenti melalui metode lain.

Associate Professor Department of Public Health Sciences Penn State College of Medicine, Jessica M. Yingst, mengatakan temuan tersebut memberikan perspektif penting dalam upaya membantu perokok dewasa mengurangi risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok.

"Bagi perokok yang belum berhasil berhenti merokok melalui pendekatan yang direkomendasikan, penelitian ini menunjukkan bahwa beralih ke produk tembakau alternatif dikaitkan dengan pengurangan nyata paparan zat beracun berbahaya sekaligus mendukung transisi dari kebiasaan merokok. Ini merupakan temuan yang bermakna bagi kesehatan masyarakat," ujar Yingst, dikutip Rabu (15/7).

Studi berjudul Toxicant Exposures After Switching From Cigarettes to a Pod-Based Electronic Cigarette yang dipublikasikan pada Mei 2026 menunjukkan peserta yang menggunakan produk tembakau alternatif dalam jangka pendek memiliki kemungkinan sekitar tiga kali lebih besar untuk beralih dari rokok dibandingkan mereka yang menggunakan produk tanpa nikotin.

Peneliti juga menemukan adanya penurunan sejumlah biomarker paparan zat berbahaya pada kelompok pengguna produk tembakau alternatif. Temuan ini kembali menyoroti peran proses pembakaran tembakau sebagai sumber utama berbagai zat berbahaya yang terkait dengan kebiasaan merokok.

Menurut Yingst, nikotin memang memiliki sifat adiktif, tetapi bukan faktor utama penyebab penyakit yang selama ini dikaitkan dengan aktivitas merokok. Risiko tersebut terutama berasal dari senyawa berbahaya yang terbentuk saat tembakau mengalami proses pembakaran.

"Penghantaran nikotin yang memadai menjadi faktor kunci dalam proses peralihan. Produk tembakau alternatif menyediakan nikotin bagi konsumen sekaligus mengurangi paparan terhadap berbagai zat kimia berbahaya secara signifikan," jelasnya.

Edukasi Dinilai Tetap Penting

Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), Paido Siahaan, menilai hasil penelitian tersebut semakin memperkuat bukti mengenai potensi produk tembakau alternatif dalam membantu perokok dewasa mengurangi paparan zat berbahaya saat beralih dari rokok.

Menurut Paido, peserta penelitian tetap mendapatkan nikotin, namun dengan tingkat paparan zat berbahaya yang lebih rendah. Ia menilai hal tersebut memperkuat pemahaman bahwa proses pembakaran tembakau menjadi salah satu sumber utama zat berbahaya.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa peserta tetap memperoleh nikotin, namun dengan paparan zat berbahaya yang menurun. Temuan ini semakin memperkuat pemahaman bahwa sebagian besar zat berbahaya berasal dari proses pembakaran tembakau, sehingga dengan menghilangkan proses pembakaran, paparan terhadap sejumlah zat berbahaya dapat dikurangi," kata Paido.

Meski demikian, Paido mengingatkan produk tembakau alternatif bukanlah produk tanpa risiko. Produk tersebut ditujukan bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaan merokok, sehingga edukasi publik dan pengawasan distribusi tetap perlu diperkuat.

"Edukasi tentang produk tembakau alternatif perlu dilakukan secara berkala agar semakin banyak yang paham bahwa produk ini bukan untuk yang di bawah umur, perempuan hamil, maupun non-perokok. Bagi perokok dewasa yang belum mampu beralih dari kebiasaan merokok, penggunaan produk tembakau alternatif yang tidak dibakar dapat menjadi pendekatan pengurangan bahaya yang lebih rasional dibandingkan terus merokok," pungkas Paido. (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |