Penderita Diabetes tak Harus Hindari Camilan, Ini yang Perlu Diperhatikan

4 days ago 12
Penderita Diabetes tak Harus Hindari Camilan, Ini yang Perlu Diperhatikan Secangkir teh biru, semangkuk kacang, aneka kue kering, dan rempah-rempah tersusun rapi di atas meja.(Dok Magnific )

MASIH ada anggapan bahwa penderita diabetes harus sepenuhnya menghindari camilan untuk menjaga kadar gula darah. Padahal, dalam kondisi tertentu, camilan yang dipilih dan dijadwalkan dengan tepat dapat menjadi bagian dari pengaturan pola makan, terutama bagi pasien yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah yang berisiko menyebabkan hipoglikemia. 

Kebutuhan camilan pada penderita diabetes memang tidak bersifat sama untuk setiap orang. Waktu makan dan jenis makanan perlu disesuaikan dengan terapi, aktivitas fisik, serta kondisi gula darah. Melewatkan waktu makan pada sebagian pasien juga dapat memicu respons tubuh untuk mempertahankan kadar glukosa melalui pelepasan simpanan energi dari hati.

Dalam konteks tersebut, indeks glikemik (IG) menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih camilan. Makanan dengan IG rendah cenderung meningkatkan kadar gula darah secara lebih bertahap sehingga dapat membantu pengelolaan respons glukosa setelah makan. SOYJOY menjelaskan bahwa pilihan ber-IG rendah dapat menjadi bagian dari strategi konsumsi camilan bagi penderita diabetes.

“Camilan ber-IG rendah membantu memberikan respons kenaikan gula darah yang lebih bertahap. Namun, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan jumlah yang dikonsumsi karena nilai IG saja tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah camilan sesuai dengan kebutuhan seseorang,” jelas SOYJOY dalam keterangannya, Rabu (2/9).

Pilihan Camilan Ber-IG Rendah

Pemilihan camilan menjadi semakin penting bagi penderita diabetes yang memiliki aktivitas padat. Membawa camilan dengan komposisi yang lebih sesuai dapat membantu menghindari keputusan makan secara spontan ketika rasa lapar muncul. 

Camilan dengan sumber serat dan protein juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan pilihan yang didominasi karbohidrat sederhana. Untuk kebutuhan praktis tersebut, camilan berbasis kedelai seperti SOYJOY dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan. 

Produk berbahan kedelai utuh menyediakan protein dan serat yang dapat menjadi bagian dari susunan pola makan harian. Konsumen tetap perlu membaca informasi nilai gizi dan menyesuaikan porsinya dengan kebutuhan masing-masing. 

“Bagi penderita diabetes yang memiliki kesibukan tinggi, membawa camilan dengan komposisi yang sudah diketahui dapat membantu menjaga keteraturan pola makan. Konsumen dapat melihat bahan utama, kandungan serat dan protein, serta jumlah gula pada kemasan sebelum menentukan pilihan,” kata SOYJOY.

Perhatikan Komposisi dan Porsi

Di sisi lain, pemilihan camilan bagi penderita diabetes tidak cukup dilakukan hanya dengan melihat label rendah IG. Kondisi setiap pasien berbeda sehingga kebutuhan camilan dan waktu konsumsinya dapat berubah mengikuti terapi yang digunakan.

“Penderita diabetes sebaiknya membahas pilihan camilan dengan dokter atau ahli gizi, terutama jika sedang menggunakan insulin atau obat yang dapat menyebabkan gula darah turun. Dengan begitu, jenis, porsi, dan waktu konsumsi camilan dapat disesuaikan dengan kondisi serta rencana pengelolaan diabetes masing-masing,” tutur SOYJOY.

Pemahaman tersebut menunjukkan bahwa camilan tidak secara otomatis menjadi makanan yang harus dihindari oleh penderita diabetes. Pengaturan jenis makanan, jumlah porsi, serta waktu konsumsi menjadi faktor yang menentukan agar camilan dapat ditempatkan secara tepat dalam pola makan sehari-hari. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |