Pakistan Terjepit antara Houthi-Iran dan Aliansi Arab Saudi

1 week ago 5
Pakistan Terjepit antara Houthi-Iran dan Aliansi Arab Saudi Houthi.(Al Jazeera)

DIMULAI kembali serangan pemberontak Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi menempatkan Pakistan dalam posisi yang semakin sulit. Bagi Islamabad, eskalasi ini bukan sekadar gejolak biasa di Timur Tengah, melainkan ancaman yang dapat menyeret mereka ke dalam konflik yang telah coba dihindari selama berbulan-bulan.

Pakistan bukan sekadar pengamat dalam dinamika ini. Sebagai salah satu mitra keamanan terdekat Arab Saudi sekaligus mediator antara Amerika Serikat dan Iran, Islamabad kini melihat kedua peran tersebut mulai berbenturan.

Selama beberapa bulan terakhir, Pakistan secara diam-diam memosisikan diri sebagai jembatan diplomatik di kawasan. Islamabad membantu memfasilitasi pemahaman antara Washington dan Teheran serta terus mendorong dialog. Namun, Pakistan juga terikat perjanjian pertahanan dengan Arab Saudi yang ditandatangani tahun lalu.

Mengapa Ancaman Houthi Lebih Mengkhawatirkan?

Pejabat Pakistan dilaporkan lebih mengkhawatirkan serangan Houthi dibandingkan serangan rudal langsung dari Iran sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh lokasi penempatan pasukan Pakistan yang berada di dekat perbatasan selatan Arab Saudi, berdekatan dengan Yaman.

Analis keamanan Pakistan, Muhammad Amir Rana, mencatat bahwa Islamabad tidak mengantisipasi ketegangan akan meningkat begitu cepat. Jika Houthi memperluas radius serangan mereka, keterlibatan militer Pakistan mungkin tidak lagi bisa dihindari.

Pemicu Pekan Ini: Serangan rudal Houthi ke Arab Saudi awal pekan ini memutus gencatan senjata selama empat tahun. Houthi mengeklaim serangan itu sebagai balasan atas tuduhan pengeboman bandara oleh Riyadh di Yaman.

Dampak Ekonomi dan Jalur Perdagangan

Selain aspek militer, Pakistan mencemaskan dampak konflik terhadap perdagangan global. Jika Houthi mulai menargetkan kapal-kapal di Laut Merah, jalur pengiriman vital bagi impor bahan bakar Pakistan akan terancam.

Pakistan sangat bergantung pada pasokan energi dari Teluk. Gangguan di Selat Hormuz maupun Laut Merah akan memberikan tekanan berat pada ekonomi domestik yang sudah rapuh.

Menjaga Keseimbangan dengan Iran

Di balik layar, Islamabad juga mengamati dinamika internal Iran. Ada kekhawatiran mengenai meningkatnya pengaruh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dibandingkan pemimpin sipil dalam pengambilan keputusan di Teheran. Ketidakpastian ini membuat langkah Iran semakin sulit diprediksi.

Meski demikian, upaya diplomasi tetap berjalan. Delegasi Iran yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni tiba di Islamabad pekan ini untuk membahas keamanan regional. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, terus menyerukan agar semua pihak menahan diri secara maksimal.

Berjalan di Atas Tali Tipis

Pakistan saat ini sedang melakukan upaya penyeimbangan yang rumit. Di satu sisi, mereka ingin mempertahankan dialog dengan Iran. Di sisi lain, mereka harus menghormati komitmen keamanan terhadap Arab Saudi.

"Sangat menguntungkan bagi semua pihak jika perang ini berakhir. Namun, jika Arab Saudi memanggil kami, kami akan berdiri bersama mereka dan tidak ada keraguan tentang itu," tegas seorang pejabat Pakistan. Pernyataan ini merangkum dilema Islamabad: tetap berharap pada diplomasi, tetapi siap bertindak jika aliansi strategis mereka terancam. (India Today/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |