Obat Eksperimental Diranersen Janjikan Harapan Baru untuk Pasien Alzheimer Tahap Awal

4 days ago 13
Obat Eksperimental Diranersen Janjikan Harapan Baru untuk Pasien Alzheimer Tahap Awal Ilustrasi(magnifik)

PENELITIAN terbaru mengenai penyakit Alzheimer memberikan harapan baru setelah obat eksperimental bernama diranersen menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam memperlambat penurunan kemampuan kognitif pada pasien dengan Alzheimer tahap awal.

Hasil penelitian tersebut berasal dari uji klinis fase 2 bernama CELIA yang melibatkan 416 orang dengan penyakit Alzheimer dini. Temuan penelitian dipresentasikan dalam Alzheimer’s Association International Conference (AAIC) 2026 di London, Inggris.

Diranersen merupakan terapi eksperimental yang dirancang untuk menurunkan produksi protein tau. Protein ini secara alami terdapat di otak, tetapi pada penyakit Alzheimer, tau dapat mengalami perubahan dan membentuk kumpulan abnormal yang dikenal sebagai tau tangles. Kondisi tersebut berkaitan dengan kerusakan sel saraf dan penurunan kemampuan berpikir serta daya ingat.

Dalam penelitian CELIA, peserta mendapatkan berbagai dosis diranersen dan dipantau selama 18 bulan. Hasilnya menunjukkan manfaat klinis pada seluruh dosis yang diteliti, dengan hasil paling kuat terlihat pada dosis 60 miligram dibandingkan kelompok yang menerima plasebo.

Peneliti menemukan bahwa obat tersebut mampu memperlambat penurunan fungsi kognitif berdasarkan sejumlah metode pengukuran perkembangan penyakit. Selain itu, pemeriksaan biomarker juga menunjukkan adanya penurunan protein tau pada otak peserta. Temuan ini menjadi penting karena selama ini pengembangan pengobatan Alzheimer banyak berfokus pada protein beta-amiloid, sementara diranersen menargetkan mekanisme yang berbeda. 

Profesor Cath Mummery dari University College London dan University College London Hospitals, yang terlibat dalam penelitian tersebut, menyebut hasil uji klinis ini memberikan bukti bahwa pengurangan patologi tau berpotensi menghasilkan manfaat yang bermakna secara klinis.

Meski demikian, hasil penelitian tersebut tidak berarti obat ini sudah dapat digunakan secara umum. Diranersen masih berada dalam tahap penelitian dan perlu melalui uji klinis fase 3 untuk mengonfirmasi efektivitas serta keamanannya pada jumlah peserta yang lebih besar.

Penyakit Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif yang secara bertahap dapat memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, dan fungsi sehari-hari. Karena itu, upaya menemukan terapi yang mampu memperlambat perkembangan penyakit menjadi salah satu fokus penting dalam penelitian kesehatan global.

Hasil penelitian diranersen memberikan pendekatan baru dalam pengembangan pengobatan Alzheimer dengan menargetkan protein tau. Jika penelitian lanjutan menunjukkan hasil yang konsisten, terapi tersebut berpotensi menjadi salah satu pilihan baru untuk membantu memperlambat perkembangan penyakit pada pasien dengan Alzheimer tahap awal.

Namun, para peneliti menekankan bahwa penelitian masih berlanjut. Efektivitas jangka panjang dan profil keamanan obat perlu dikaji lebih lanjut sebelum diranersen dapat dipertimbangkan sebagai terapi yang tersedia bagi masyarakat.

Sumber: University College London Hospitals

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |