Nelayan di Pantura Jawa Tengah Sambut Gembira Kebijakan Harga BBM Rp15.000/Liter

1 week ago 12
Nelayan di Pantura Jawa Tengah Sambut Gembira Kebijakan Harga BBM Rp15.000/Liter nalayan panturan(MI/Akhmad Safuan)

NELAYAN di Pantura Jawa Tengah menyambut gembira kebijakan menetapkan harga khusus Bahan Bakar Minyak (BBM) solar bagi nelayan sebesar Rp15.000 per liter, karena kebijaksanaan ini akan mengurangi beban operasional nelayan untuk melaut. 

Pemantauan Media Indonesia Selasa (14/7) suasana pelabuhan perikanan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah terlihat lebih ramai dibandingkan biasanya, ribuan kapal ikan bertonase besar terlihat mulai bersiap untuk melaut, setelah beberapa pekan bersandar karena para nelayan yang enggan untuk mencari ikan. 

Kebijakan menetapkan harga khusus Bahan Bakar Minyak (BBM) solar bagi nelayan sebesar Rp15.000 per liter, membuat gairah nelayan di sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Rembang, Pati, Jepara, Demak, Batang dan Pekalongan meningkat dan mendorong untuk kembali melaut. 

"Penetapan harga BBM untuk nelayan Rp15.000 per liter ini, menjadi harapan yang sudah lama dinantikan, sehingga kami sangat gembira karena pemerintah mau mendengar kesulitan nelayan selama ini, " ujar Fredy, seorang nelayan di Pelabuhan Perikanan Pekalongan. 

Hal serupa juga diungkapkan Darmo, 45, nelayan di pelabuhan Juwana, Kabupaten Pati bahwa kebijakan harga BBM nelayan ini sesuai aspirasi yang selama ini diteriakan nelayan di Indonesia. Dia mengatakan harga solar industri sebelumnya yang diterapkan untuk kapal nelayan sangat memberatkan bahkan membuat nelayan tidak dapat beroperasi. 

Harga BBM untuk nelayan yang tinggi, ungkap Sunaryo, nelayan di Rembang, membuat para nelayan tidak dapat bergerak, karena hasil tangkapan yang diperoleh sering kali tidak menutupi biaya operasional terutama untuk kebutuhan pembelian bahan bakar. "Lebih baik menganggur dari pada melaut dengan hasil merugikan, " tambahnya. 

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah merespons keluhan nelayan yang terbebani biaya operasional akibat mahalnya harga BBM, karena harga BBM non-subsidi yang sebelumnya berkisar Rp30.000 per liter terasa sangat membebani nelayan. 

"Penurunan tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha para nelayan, terutama kapal ikan besar 30-200 GT yang sangat banyak di Pati, " tutur Risma Ardhi Chandra. 

Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah Riswanto mengatakan biaya BBM selama ini menjadi komponen terbesar dalam aktivitas penangkapan ikan, sehingga penyesuaian harga sekarang diyakini mampu meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat daya saing hasil tangkapan dan mendongkrak pendapatan nelayan. 

Kebijakan harga BBM nelayan Rp15.000 per liter tersebut, ungkap Riswanto, menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendukung sektor kelautan dan perikanan dan berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, juga akan berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini sangat bergantung pada hasil tangkapan laut.

"Kami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah menghadirkan kebijakan konkret untuk meringankan beban biaya operasional nelayan, ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas penangkapan ikan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia," ujar Riswanto. (E-2) 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |