Mirip Lukisan Van Gogh! Kamera Energi Gelap Potret Keindahan 'The Starry Night' di Luar Angkasa

1 week ago 7
Mirip Lukisan Van Gogh! Kamera Energi Gelap Potret Keindahan 'The Starry Night' di Luar Angkasa Pemandangan menakjubkan dari Awan Molekuler Corona Australis, salah satu wilayah pembentukan bintang terdekat dengan Bumi, mengingatkan pada lukisan Van Gogh, The Starry Night.(Dark Energy Survey/ DOE/ FNAL/ DECam/ CTIO/NOIRLab/NSF/AURA)

PROYEK pembuatan ulang atau remake sebuah karya seni mungkin sudah biasa kita temui dalam dunia sinematografi. Namun, bagaimana jika alam semesta itu sendiri yang memproduksi ulang salah satu mahakarya lukisan paling ikonik di dunia?

Baru-baru ini, Kamera Energi Gelap (DECam) berhasil menangkap pemandangan dinamis dan memukau dari daerah pembibitan bintang bernama Awan Molekuler Corona Australis. Menariknya, visualisasi wilayah pembentukan bintang ini terlihat sangat mirip dengan sapuan kuas legendaris Vincent van Gogh dalam lukisan termasyhurnya, The Starry Night.

Awan Molekuler Corona Australis diperkirakan memiliki diameter sekitar 16 tahun cahaya. Wilayah ini terletak sejauh 430 tahun cahaya dari Bumi, menjadikannya salah satu pembibitan bintang yang posisinya paling dekat dengan tata surya kita. Di sebelah kiri gambar DECam, tampak jalur gas dan debu gelap berputar-putar, yang tidak lain merupakan bahan baku utama dari proses terciptanya sebuah bintang baru.

Visualisasi yang menakjubkan ini kian dipercantik oleh kehadiran nebula refleksi NGC 6729 yang bersinar terang pada sisi kiri gambar. Nebula ini terbentuk dari awan debu antarbintang yang memantulkan cahaya terang dari bintang-bintang muda yang baru lahir di dalam awan molekuler tersebut.

Di dalam area NGC 6729, para astronom juga mendeteksi keberadaan awan jingga yang merupakan sistem bintang biner bernama R Coronae Australis. Sistem biner ini terdiri dari bintang pra-deret utama (pre-main-sequence star), sebuah bintang yang telah mengumpulkan massa tetapi belum memicu fusi hidrogen menjadi helium di intinya, serta sebuah bintang katai merah sebagai pendampingnya. Kedua bintang ini saling mengorbit satu sama lain setiap 43 hingga 47 tahun sekali dan memancarkan cahaya yang sangat terang. Cahaya inilah yang mengionisasi gas di sekitarnya hingga menciptakan nebula emisi yang bercahaya di area tersebut.

Keindahan potret kosmik ini tidak berhenti di situ. Pada sudut kanan atas gambar, tampak gugus bintang bola NGC 6723 yang bersinar gemerlap bak lampu kristal, sehingga dijuluki sebagai Chandelier Cluster. Berjarak sekitar 29.000 tahun cahaya dari Bumi, gugus ini diperkirakan menyimpan deretan bintang paling tua di galaksi Bimasakti. Chandelier Cluster menampung puluhan ribu hingga jutaan bintang, di mana sebagian besarnya merupakan bintang purba, meski terdapat pula beberapa bintang muda di dalam strukturnya yang berbentuk bola.

Kawasan Awan Molekuler Corona Australis dan Gugus Bintang Chandelier sebenarnya sudah sangat familier bagi kalangan astronom maupun astrofotografer dari berbagai tingkatan. Kendati demikian, sebagaimana dibutuhkan visi artistik seorang Van Gogh untuk mengubah langit malam menjadi lukisan yang luar biasa, dibutuhkan pula kekuatan observasi mutakhir dari DECam untuk memancarkan keindahan tersembunyi dari sudut langit malam ini.

Sebagai informasi, kamera canggih DECam ini dipasang pada Teleskop 4 meter Víctor M. Blanco yang berada di Cerro Tololo Inter-American Observatory (CTIO) di Cile, sebuah fasilitas milik National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat. (space/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |