Mengenal Karies Gigi pada Anak: Gejala, Bahaya, dan Cara Mengatasinya

1 week ago 17
 Gejala, Bahaya, dan Cara Mengatasinya Ilustrasi--Seorang anak menjalani pemeriksaan kesehatan gigi di yayasan rumah yatim Arrahimah Indramayu, Jawa Barat, Jumat (22/5/2026).(ANTARA/Dedi Suwidiantoro)

KARIES pada gigi anak kerap dianggap sebagai hal biasa oleh sebagian orangtua. Padahal, meski gigi susu nantinya akan tanggal dan berganti dengan gigi permanen, kesehatan gigi di masa kecil tidak boleh diabaikan. Tanpa perawatan yang tepat, karies dapat berkembang menjadi infeksi serius, abses, hingga tanggalnya gigi sebelum waktunya.

Karies gigi sendiri merupakan kondisi kerusakan pada enamel gigi akibat demineralisasi atau hilangnya mineral dari jaringan gigi. Kondisi yang sering disebut gigi berlubang ini dipicu oleh zat asam hasil fermentasi sisa makanan (gula atau karbohidrat) oleh bakteri di dalam mulut.

Pesan Dokter:

"Gigi susu menjadi panduan pertumbuhan gigi permanen. Apabila gigi susu tanggal terlalu cepat akibat karies, bisa jadi gigi permanen tumbuh tidak beraturan atau justru terjebak di dalam gusi (impaksi)," ujar drg. Alana Aluditasari, Sp. K.G.A, Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak dari RS Pondok Indah - Puri Indah.

Faktor Penyebab Karies Gigi pada Anak

MI/HO--drg. Alana Aluditasari, Sp. K.G.A, Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak dari RS Pondok Indah - Puri Indah.

Beberapa faktor yang memicu terbentuknya karies pada si kecil antara lain:

  • Gemar mengonsumsi makanan manis atau mengandung pati.
  • Kebersihan gigi yang buruk atau malas menyikat gigi.
  • Mulut kering atau kurang asupan air putih.
  • Tidak menggunakan pasta gigi mengandung fluoride.
  • Kebiasaan minum susu menggunakan botol dot menjelang tidur.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala karies bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Orang tua perlu waspada jika anak mengeluhkan atau menunjukkan tanda berikut:

  • Muncul bintik putih yang berubah menjadi cokelat atau kehitaman pada permukaan gigi.
  • Gigi terasa sakit atau ngilu saat mengonsumsi makanan manis, panas, atau dingin.
  • Terlihat lubang atau rongga kecil pada gigi.
  • Bau mulut yang tidak sedap.
  • Nyeri saat menggigit atau mengunyah makanan.

Bahaya Karies Jika Dibiarkan

Jika tidak segera ditangani, kerusakan dapat menyebar ke lapisan dentin hingga pulpa gigi. Dampaknya tidak hanya rasa sakit, tetapi juga mengganggu aktivitas harian anak seperti belajar dan bermain karena rasa tidak nyaman. Lebih jauh lagi, karies dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

"Karies yang dibiarkan tanpa penanganan membuat sakit gigi berlangsung lama dan berpengaruh buruk terhadap nafsu makan anak. Tanpa nutrisi yang cukup, si kecil berisiko mengalami kekurangan gizi yang mengganggu proses tumbuh kembangnya," jelas drg. Alana.

Metode Penanganan Medis

Penanganan karies bergantung pada usia dan tingkat keparahan kerusakan. Dokter gigi spesialis anak mungkin akan merekomendasikan beberapa tindakan berikut:

  1. Fluoride Treatment: Mengoleskan cairan fluoride untuk memperkuat enamel.
  2. Tambal Gigi: Membersihkan area yang membusuk dan mengisinya dengan bahan khusus.
  3. Mahkota Gigi (Crown): Melindungi gigi yang kerusakannya sudah parah.
  4. Cabut Gigi: Pilihan terakhir jika gigi sudah tidak dapat diperbaiki guna mencegah penyebaran infeksi.

Langkah Pencegahan Sejak Dini

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah praktis untuk melindungi gigi anak:

  • Sikat gigi minimal 2 kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride.
  • Beri jeda 30-60 menit setelah makan sebelum menyikat gigi.
  • Batasi konsumsi camilan manis.
  • Biasakan minum air putih setelah makan.
  • Ganti botol dot dengan gelas atau botol sedotan.
  • Rutin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, dimulai sejak gigi pertama tumbuh atau usia 1 tahun. (Z-1)
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |