Mengapa Perempuan Terlihat Lebih Jago Multitasking Dibanding Pria? Ini Penjelasan Ilmiahnya

1 week ago 8
Mengapa Perempuan Terlihat Lebih Jago Multitasking Dibanding Pria? Ini Penjelasan Ilmiahnya Ilustrasi(Magnific)

KLAIM bahwa perempuan merupakan multitasker yang lebih baik daripada pria sudah sering terdengar dalam percakapan sehari-hari maupun media populer. Namun, berbagai studi ilmiah selama ini justru kesulitan menemukan bukti jelas bahwa perempuan secara konsisten mengungguli pria saat harus menangani banyak tugas sekaligus.

Kesenjangan antara keyakinan masyarakat dan hasil eksperimen laboratorium ini telah membingungkan para peneliti selama bertahun-tahun. Kini, sebuah studi terbaru berhasil mengungkap jawabannya. Ternyata, hal ini tidak berkaitan dengan kapasitas kemampuan dasar, melainkan sebuah kebiasaan spesifik saat seseorang berada di bawah tekanan.

Penelitian ini diinisiasi oleh André Szameitat dari Brunel University of London dan Diana Szameitat dari City St George’s, University of London. Didanai oleh Bial Foundation di Portugal, mereka merancang pengujian yang lebih menyerupai situasi kacau di rumah daripada sekadar uji laboratorium di depan layar komputer.

Dalam eksperimen ini, para peserta diminta menyelesaikan lima tugas yang tersebar di tiga meja berbeda sambil terus bergerak dan berdiri. Tugas utamanya adalah simulasi memasak dengan resep cetak dan bahan makanan mainan, yang terus diinterupsi alarm dapur. Ketika alarm berdering, mereka harus bergegas ke meja lain untuk menyelesaikan teka-teki kertas seperti mencari daftar nomor telepon dan mencentang huruf serta angka, sebelum akhirnya kembali ke meja memasak.

Di saat yang sama, sebuah layar terus memunculkan kata-kata acak yang mengharuskan peserta menulis kata yang berlatar belakang merah. Tak hanya itu, sebuah rekaman suara juga melontarkan pertanyaan setiap 20 detik sekali.

Selama sepuluh menit, ritme alarm berubah menjadi semakin ketat, dari yang awalnya berjarak 90 detik menyusut hingga tersisa 30 sekian detik. Situasi yang awalnya santai pun berubah menjadi sangat menegangkan.

Hasilnya menunjukkan bahwa pada empat dari lima tugas, yaitu memasak, mencari nomor telepon, teka-teki huruf, dan memantau kata di layar, performa pria dan perempuan keluar seimbang. Perbedaan mencolok baru terlihat pada tugas komunikasi. Para pria cenderung mengabaikan pertanyaan suara dua kali lebih banyak daripada perempuan. Secara angka, perempuan hanya membiarkan sekitar 12% pertanyaan tidak terjawab, sementara pria mengabaikan hampir 28% pertanyaan.

Menariknya, saat pria memilih untuk menjawab, respons mereka sama cepat dan lengkapnya dengan perempuan. Artinya, pria tidak gagap dalam berbicara, melainkan sengaja melepaskan tugas percakapan tersebut ketika fokus mereka terbagi habis ke tugas lain.

Pada bagian kedua penelitian, tim menayangkan video klip pendek para peserta multitasking ini kepada 160 pengamat yang tidak tahu tujuan riset. Hasil penilaian menunjukkan perempuan dinilai lebih mampu mengendalikan situasi, sigap, dan terlihat lebih bahagia. Saat tekanan meningkat, pria dinilai menjadi lebih stres, sedangkan perempuan tampak tetap tenang.

Para pengamat ternyata menilai kemampuan multitasking seseorang hanya berdasarkan seberapa banyak mereka menjawab pertanyaan lisan. Siapa pun yang memilih diam akan langsung dianggap sedang kesulitan mengelola tugasnya. Hal ini berkaitan dengan horn effect, sebuah bias kognitif di mana satu penilaian negatif dapat memperburuk persepsi seseorang secara keseluruhan.

"Secara kolektif, data kami mengonfirmasi bahwa tidak ada perbedaan jenis kelamin yang substansial dalam tugas kognitif visual-manual, tetapi perbedaan jenis kelamin yang signifikan memang ada dalam kemampuan untuk mempertahankan percakapan saat melakukan multitasking," ujar André Szameitat.

Ia menambahkan, "Kemampuan ini sangat menonjol dalam kehidupan sehari-hari dan, dengan demikian, dapat menjelaskan berkembangnya stereotipe publik yang meluas bahwa perempuan lebih baik dalam multitasking daripada pria." (Earth/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |