Maulid Nabi di Pidie, Ratusan Yatim dan Fakir Miskin Terima Santunan

3 hours ago 3
Maulid Nabi di Pidie, Ratusan Yatim dan Fakir Miskin Terima Santunan Ratusan anak yatim dan fakir miskin menerima santunan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pidie.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

RATUSAN anak yatim dan fakir miskin menerima santunan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal di Masjid Taqwa Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh, Selasa (25/8).

Penerima santunan berasal dari lima desa di sekitar Masjid Taqwa Lampoih Saka, yakni Dua Paya, Dayah Bubue, Cot Mulu, Tanjung Hagu, dan Mee Lampoh Saka. Mereka merupakan anak usia sekolah hingga 13 tahun yang sebagian besar berasal dari keluarga petani, buruh sawah, dan pekerja bangunan.

Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Taqwa Lampoih Saka, Bukhari Thahir, mengatakan santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada anak yatim sekaligus upaya meneladani karakter sosial Rasulullah dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.

“Sesuai keteladanan Rasul tentu harus mewarisi. Rasa kasih sayang kepada anak yatim dan mereka yang lemah itu bukanlah kehinaan. Ternyata saling berbagi dan sifat peduli adalah sumber kekuatan untuk perubahan menggapai kemakmuran di tengah umat,” kata Bukhari.

Santunan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp750 ribu untuk setiap anak, serta paket kain sarung yang dapat digunakan untuk salat maupun kegiatan mengaji.

Bukhari mengatakan bantuan uang tunai tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan keperluan sehari-hari anak yatim.

“Bantuan uang tunai untuk yatim Rp750 ribu itu cukuplah untuk keperluan sekolah, membeli alat tulis dan beberapa pasang pakaian seragam. Atau memadai untuk membeli sepeda standar anak-anak,” ujarnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, BKM sebelumnya berkoordinasi dengan kepala desa atau geusyik di wilayah sekitar. Pihak desa diminta menyerahkan data anak yatim berusia 1 hingga 13 tahun agar tidak ada penerima yang terlewat.

Dana santunan berasal dari sumbangan pengusaha, perantau asal Lampoih Saka yang berada di luar daerah, masyarakat setempat, serta donatur lainnya. Kegiatan tersebut menjadi agenda rutin yang digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi setiap 12 Rabiul Awal.

Selain santunan, peringatan Maulid diisi dengan kenduri bersama. Setiap keluarga membawa tiga nasi kulah, yakni nasi yang dibungkus dengan daun pisang, ke Masjid Taqwa Lampoih Saka. Ribuan warga dan tamu kemudian berkumpul untuk menikmati hidangan secara bersama-sama.

Camat Peukan Baro Iswadi mengatakan kenduri Maulid merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Aceh yang tidak hanya berkaitan dengan peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial.

Menurut dia, kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dan memperkuat silaturahmi antara warga yang kurang mampu dengan masyarakat yang lebih berada.

“Kenduri Maulid ini mengingatkan kembali perjuangan Rasulullah dalam memandu umat dan mengajak kita mencintai ajarannya. Melalui kegiatan ini, kebersamaan dan kepedulian antarmasyarakat juga semakin kuat,” kata Iswadi.

Ia berharap tradisi tersebut terus dipertahankan sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan, saling mengenal, dan membangun kepedulian serta semangat saling membantu di tengah masyarakat. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |