Kemampuan Cicak Menginspirasi Teknologi Satelit untuk Tangkap Sampah Antariksa

4 hours ago 3
Kemampuan Cicak Menginspirasi Teknologi Satelit untuk Tangkap Sampah Antariksa Ilustrasi(magnifik)

APA jadinya jika kemampuan cicak menempel di dinding menginspirasi teknologi untuk membersihkan sampah antariksa? Kemampuan tersebut kini ditiru peneliti dalam proyek pengembangan satelit yang dirancang untuk menangkap benda-benda yang sudah tidak berfungsi di orbit.

Proyek gEICko melibatkan peneliti dari Julius-Maximilians-Universität Würzburg (JMU) dan sejumlah institusi internasional. Dikutip dari JMU, proyek ini mendapat pendanaan Uni Eropa melalui program EIC Pathfinder sebesar 4 juta euro, dengan hampir 700.000 euro dialokasikan untuk penelitian di Würzburg.

Ancaman Sampah Antariksa

Sampah antariksa terdiri atas satelit yang sudah tidak digunakan, bagian roket, serta pecahan akibat ledakan dan tabrakan. Dikutip dari JMU, terdapat lebih dari 50.000 objek berukuran setidaknya 10 sentimeter di ruang angkasa.

Keberadaan benda-benda tersebut dapat membahayakan satelit yang masih beroperasi. Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bahkan beberapa kali 

Masalahnya, membersihkan sampah antariksa bukan pekerjaan sederhana. Satelit yang sudah tidak dapat dikendalikan atau tidak dirancang untuk melakukan docking sulit ditangkap oleh satelit lain.

Meniru Kemampuan Cicak

Para peneliti kemudian mengembangkan permukaan khusus yang terinspirasi dari kaki cicak. Permukaan tersebut menggunakan silikon dengan struktur mikro tertentu yang dapat menempel pada permukaan halus ketika bertemu dengan kecepatan dan sudut yang tepat.

Kemampuan ini meniru cara cicak menempel pada dinding atau langit-langit. Dikutip dari JMU, mekanisme tersebut memanfaatkan gaya van der Waals, yaitu gaya tarik pada tingkat molekul.

Teknologi tersebut nantinya dipasang pada satelit pengejar. Setelah berhasil menempel pada satelit yang sudah tidak digunakan, satelit pengejar akan membantu mengubah orbit objek tersebut sehingga dapat masuk kembali ke atmosfer dan terbakar atau dipindahkan ke orbit kuburan.

Masih dalam Tahap Pengembangan

Tim dari Würzburg tidak hanya mengembangkan material yang menyerupai kemampuan kaki cicak. Mereka juga mengerjakan sistem panduan, navigasi, dan kendali agar satelit dapat menemukan, mendekati, serta menempel pada objek yang bergerak dan berputar tanpa kendali.

Dikutip dari JMU, peneliti juga mempertimbangkan penggunaan material tersebut pada sebuah tali jika docking secara langsung tidak memungkinkan. 

Tali itu dapat digunakan untuk membangun koneksi dengan objek sasaran.

Teknologi ini masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut. Pada akhir periode pendanaan selama tiga tahun, tim menargetkan tersedianya prototipe mekanisme docking yang berfungsi. JMU memperkirakan satelit dengan teknologi tersebut baru dapat digunakan sekitar 10 tahun lagi.

Sumber: Julius Maximilians Universität Würzburg

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |