Ilustrasi(MI/FATHURROZAK)
AKTRIS Masayu Anastasia menjelajahi karakter baru sebagai dokter forensik di film Autopsy: Dead Body Can Talk. Di film itu, Masayu memerankan dokter Hastry, karakter yang juga ada di dunia nyata.
Film ini terinspirasi dari kisah nyata dokter Sumy Hastry, yang merupakan dokter forensik di kepolisian sejak awal 2000. Dikemas dengan genre forensic psychological thriller, film ini akan mengikuti perjalanan mengungkap kebenaran di balik setiap kematian.
“Tantangannya adalah menghapalkan bahasa-bahasa kedokteran, bahasa kepolisian, terus cara otopsi yang benar, karena aku juga enggak mau sembarangan,” kata Masayu Anastasia saat dijumpai seusai perilisan trailer dan poster film Autopsy: Dead Body Can Talk di XXI Metropole, Jakarta Pusat, Senin, (13/7).
“Dan sebenarnya buat aku tiap adegan itu berat sekali, karena aku harus kayak... namanya syuting kan kita nggak mungkin sesuai (urutan cerita). Jadi aku harus masukin emosi yang sebelumnya untuk ke scene yang akan aku jalani,” tambahnya.
Membedah bagian tubuh sendiri menjadi wahana bermain Masayu di film ini. Di set ruang otopsi, ia pun menjelajahi setiap properti bagian tubuh untuk lebih mengenal anatomi tubuh manusia.
“Aku pikir bakal nangis, ternyata aku malah kayak 'ooh gini, ooh dalemnya tubuh kita tuh seperti ini. Jadi banyak pelajaran juga. Terus ada buku patologi dan segala macam, dan itu benar-benar aku baca,” ungkap Masayu.
Film ini disutradarai oleh Ozan Ruz, dan dibintangi Masayu bersama Teuku Rifnu Wikana, Ge Pamungkas, Riyuka Bunga, Samuel Rizal, Indra Frimawan, Abdurrahman Arif, Nagra Pakusadewo, Zidni Hakim, dan Andrew Sulaiman. Film ini dijadwalkan rilis di bioskop mulai 3 September 2026. (H-2)

















































