Hakim di pengadilan Genoa membacakan vonis dalam kasus robohnya jembatan pada Agustus 2018.(AFP/MARCO BERTORELLO)
PENGADILAN di Genoa, Italia, menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada Giovanni Castellucci, mantan kepala eksekutif operator jalan tol Autostrade per l'Italia (Aspi). Putusan ini terkait dengan tragedi runtuhnya Jembatan Morandi pada Agustus 2018 yang menewaskan 43 orang.
Tragedi tersebut terjadi di tengah badai hujan saat puncak musim liburan, yang mengakibatkan puluhan kendaraan jatuh dari ketinggian. Castellucci, yang saat ini juga tengah menjalani hukuman enam tahun penjara untuk kecelakaan jalan raya tahun 2013, merupakan satu dari 57 terdakwa dalam persidangan panjang ini.
Detail Vonis dan Terdakwa Utama
Hakim Paolo Lepri membacakan vonis terhadap puluhan terdakwa setelah proses hukum yang memakan waktu hampir delapan tahun, mencakup investigasi dan lebih dari 280 sesi persidangan.
Jaksa penuntut, sebelumnya, menuntut hukuman yang jauh lebih berat bagi para petinggi perusahaan tersebut atas tuduhan pembunuhan tidak berencana dan kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur.
| Giovanni Castellucci | Mantan CEO Aspi | 12 Tahun |
| Michele Donferri Mitelli | Pejabat Tinggi Jalan Tol | 11 Tahun |
| Paolo Berti | Mantan Nomor Dua Aspi | 5,5 Tahun |
| Antonino Galatà | Mantan CEO Spea (Firma Pemeliharaan) | 5,5 Tahun |
| Mauro Coletta | Mantan Pejabat Kementerian Transportasi | 5 Tahun |
Secara keseluruhan, 32 orang dinyatakan bersalah, sementara 25 lainnya dibebaskan atau kasusnya dihentikan karena telah melewati masa kedaluwarsa (statute of limitations).
Reaksi Keluarga Korban
Egle Possetti, ketua komite peringatan korban Jembatan Morandi yang kehilangan saudara perempuan dan keluarganya dalam insiden tersebut, menyebut vonis ini sebagai "secercah cahaya" dan menganggap hukuman 12 tahun bagi Castellucci sebagai sesuatu yang "dapat diterima".
Namun, permintaan maaf dari pimpinan Aspi saat ini, Arrigo Giana, ditanggapi dingin oleh sebagian keluarga korban. Cesare, yang kehilangan ayahnya saat berusia 10 tahun, menyebut permintaan maaf tersebut sebagai "air mata buaya" dan menilai para pihak yang bertanggung jawab kurang memiliki rasa kemanusiaan.
Argumen Hukum dan Masa Depan
Selama persidangan, jaksa berargumen bahwa pemeliharaan struktur jembatan yang menua terus ditunda meskipun tanda-tanda peringatan telah muncul.
Sebaliknya, pengacara pembela mengklaim bencana tersebut disebabkan oleh cacat desain asli dari tahun 1967 oleh Riccardo Morandi, khususnya terkait kabel yang terbungkus beton.
Pengacara Castellucci menyatakan akan mengajukan banding dan menyebut putusan tersebut sangat cacat. Proses hukum diperkirakan masih akan berlanjut di tingkat banding untuk waktu yang cukup lama.
Jembatan Morandi yang lama telah dihancurkan pada awal 2019. Sebagai gantinya, Jembatan San Giorgio yang dirancang oleh arsitek Renzo Piano telah diresmikan pada tahun 2020 untuk memulihkan jalur transportasi vital di kota pelabuhan tersebut. (bbc/Z-1)

















































