Ilustrasi(Antara)
DINAS Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) menyelenggarakan lomba dalang anak di Pendapa Taman Budaya Monumen Juang 45 Klaten, Rabu (15/7/2026). Ajang tahunan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penyelenggaraan lomba dalang anak ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Klaten dalam merawat, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya daerah. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dalam sambutan yang dibacakan oleh Plt Kepala Disbudporapar, Purwanto, menekankan pentingnya menjaga akar budaya agar tetap kokoh menghadapi tantangan zaman.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita bersama untuk merawat dan mengembangkan seni budaya daerah. Kehadiran anak-anak kita dalam lomba ini menjadi bukti bahwa seni pedalangan masih memiliki tempat di hati generasi muda,” ujar Purwanto menyampaikan pesan Bupati.
Bupati berharap ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan regenerasi talenta muda. Dengan demikian, seni pedalangan diharapkan tetap hidup, tumbuh, dan dicintai oleh anak-anak sebagai pemilik masa depan bangsa.
Detail Peserta dan Kategori Lomba
Ketua Panitia Lomba Dalang Anak Kabupaten Klaten 2026, Hari Sembung, melaporkan bahwa antusiasme peserta tahun ini cukup stabil dengan total 15 peserta yang mewakili 14 sekolah di wilayah Kabupaten Klaten. Lomba dibagi ke dalam dua kategori utama berdasarkan kelompok usia:
- Kategori A: Diikuti oleh 8 peserta dengan rentang usia 8 hingga 12 tahun.
- Kategori B: Diikuti oleh 7 peserta dengan rentang usia 12 hingga 14 tahun.
Setiap peserta diberikan durasi penampilan selama 30 menit untuk menunjukkan kebolehan mereka dalam memainkan wayang, mengolah vokal, serta membawakan alur cerita. Pemenang dari tingkat kabupaten ini nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Klaten di tingkat provinsi, dengan harapan dapat menembus kompetisi tingkat nasional.
Penilaian oleh Pakar Pedalangan
Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia menghadirkan dewan juri yang terdiri dari para seniman pedalangan kondang. Mereka bertugas menilai aspek teknis maupun penjiwaan dari setiap dalang cilik yang tampil. Tim juri tersebut meliputi:
- Ki Slamet Wardono
- Ki Sukisno
- Ki Muhammad Pamungkas Prasetyo Bayu Aji
Ajakan Sinergi Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Klaten juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, pihak sekolah, hingga pengelola sanggar seni, untuk bersinergi memberikan ruang bagi anak-anak dalam mencintai budaya bangsa warisan leluhur.
Melalui konsistensi penyelenggaraan lomba dalang anak setiap tahunnya, Klaten terus mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah yang menjadi lumbung bibit-bibit dalang berbakat di Jawa Tengah, memastikan estafet kebudayaan tidak terputus pada generasi saat ini. (JS/I-1)

















































