Kremlin Tolak Tuduhan Lithuania Soal Rencana Serangan Infrastruktur Baltik

1 week ago 19
Kremlin Tolak Tuduhan Lithuania Soal Rencana Serangan Infrastruktur Baltik Salah satu sudut Jewish Quarter di Kota Tua Vilnius, Lithuania, yang dipenuhi resto dan cafe eksotik, diambil gambarnya pada 8 Desember 2022.(ANTARA/Jafar Sidik)

PEMERINTAH Rusia secara tegas menolak tuduhan Presiden Lithuania Gitanas Nauseda yang menyebut Moskow tengah mempersiapkan serangan terhadap infrastruktur penting di kawasan Baltik. Kremlin menilai pernyataan tersebut hanyalah dalih untuk memperkuat kehadiran militer NATO di wilayah tersebut.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa tuduhan Lithuania merupakan narasi lama yang sengaja diangkat kembali untuk membangun persepsi ancaman. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk memengaruhi opini publik agar mendukung peningkatan anggaran militer.

"Ini justru merupakan serangkaian cerita horor baru untuk terus mencuci otak dan mempersiapkan penduduk untuk militerisasi lebih lanjut," ujar Peskov kepada wartawan di Moskow, Rabu (15/7).

Peskov menambahkan bahwa negara-negara Baltik berupaya menciptakan citra Rusia sebagai musuh demi membenarkan perluasan infrastruktur pertahanan NATO. Ia menilai strategi ini digunakan untuk menarik lebih banyak aset militer Barat ke perbatasan Rusia.

Sebelumnya, Presiden Lithuania Gitanas Nauseda mengeklaim intelijennya mendeteksi indikasi rencana operasi militer terbatas Rusia, termasuk potensi sabotase dan serangan pesawat nirawak. Namun, Nauseda tidak merinci lokasi atau waktu spesifik dari ancaman yang dimaksud.

Di sisi lain, Peskov juga menyinggung peran Amerika Serikat (AS) dalam konflik Ukraina. Ia menyebut Rusia masih menerima sinyal bahwa Washington bersedia menjadi mediator setelah ketegangan di Timur Tengah mereda. Saat ini, fokus AS dinilai masih terbagi akibat situasi di Teluk Persia yang tidak stabil.

"Amerika tidak punya waktu untuk penyelesaian Ukraina saat ini karena situasi di kawasan Teluk Persia kembali memasuki fase degradasi," tambah Peskov.

Terkait isu diplomatik lainnya, Kremlin membantah adanya pesan khusus dari Presiden Vladimir Putin untuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui Presiden Serbia Aleksandar Vucic. Peskov menegaskan tidak ada komunikasi yang dititipkan melalui kunjungan Vucic ke Kyiv pada Rabu pagi tersebut. (Anadolu/Fer/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |