Masyarakat berduka atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel, di sebuah alun-alun di Teheran pada 1 Maret 2026. Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989 dan musuh bebuy(ATTA KENARE / AFP)
JUMLAH korban jiwa akibat rangkaian serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap wilayah Iran terus bertambah. Hingga Jumat (17/7/2026), otoritas kesehatan Iran mengonfirmasi angka kematian telah mencapai 38 orang, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengungkapkan bahwa data terbaru yang dihimpun hingga pukul 06.30 waktu setempat menunjukkan eskalasi jumlah korban yang signifikan. "Jumlah orang yang terluka dalam serangan AS telah melampaui 400 orang, sementara 38 warga kami tewas," ujar Kermanpour melalui pernyataan resmi di platform X.
Rincian Korban Sipil
Dalam laporannya, Kermanpour merinci bahwa korban tewas mencakup kelompok rentan, termasuk tiga orang perempuan dan satu anak di bawah usia 18 tahun. Selain itu, tercatat 22 perempuan dan sembilan anak-anak mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Data ini menunjukkan peningkatan dibandingkan laporan pada Rabu (15/7), di mana pihak berwenang Iran sebelumnya mencatat 35 korban tewas dan sekitar 300 orang terluka. Gelombang serangan AS sendiri dilaporkan telah berlangsung sejak 8 Juli sebagai bagian dari operasi militer terbaru di kawasan tersebut.
Pemicu Eskalasi di Selat Hormuz
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi militer ini merupakan respons langsung terhadap tindakan Iran yang dianggap mengganggu pelayaran komersial internasional di Selat Hormuz. AS menegaskan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk mengamankan jalur perdagangan energi global.
Di sisi lain, Teheran tidak tinggal diam. Sebagai bentuk balasan atas serangan udara AS, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat yang tersebar di beberapa negara tetangga, yakni:
- Kuwait
- Bahrain
- Yordania
(Ant/H-4)

















































