Korban Tewas Banjir Nepal Capai 633 Orang, 3.000 Lebih Hilang

6 hours ago 2
Korban Tewas Banjir Nepal Capai 633 Orang, 3.000 Lebih Hilang Banjir Nepal(AFP)

Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda Nepal dan China dilaporkan meningkat menjadi 633 orang hingga Sabtu (30/8). Selain korban jiwa, otoritas setempat mencatat hampir 3.000 orang masih dinyatakan hilang dalam bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut.

Di Nepal, data dari Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nepal (NDRRMA) yang dikutip Kathmandu Post menunjukkan jumlah korban tewas telah mencapai 626 orang. Hingga saat ini, sebanyak 2.426 orang masih belum diketahui keberadaannya. Tim pencari terus berupaya menemukan jenazah yang terbawa arus sungai yang meluap deras.

Wilayah Terdampak dan Luapan Sungai Himalaya

Wilayah Chitwan dan Nawalparasi East menjadi daerah yang terdampak paling parah. Selain itu, puluhan korban juga ditemukan di Gorkha, Dhading, dan Nuwakot. Bencana ini dipicu oleh meluapnya Sungai Bhotekoshi dan Sungai Trishuli, dua aliran utama yang berhulu di kawasan pegunungan Himalaya.

Proses evakuasi dan pencarian meluas hingga ke wilayah perbatasan dengan India, tempat beberapa jenazah ditemukan terbawa arus. Sejumlah besar warga negara asing juga dilaporkan hilang dalam musibah ini.

Ratusan Warga India Belum Ditemukan

Pemerintah India mengonfirmasi bahwa 320 warganya hilang di Nepal, menjadikan mereka kelompok warga negara asing terbesar yang terdampak. Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menyatakan bahwa selain angka tersebut, terdapat sekitar 100 orang keturunan India dengan kewarganegaraan lain yang juga belum dapat dihubungi.

Meski demikian, upaya penyelamatan berhasil mengevakuasi puluhan warga India, termasuk 63 pekerja di proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Trishuli-1.

Kondisi di China dan Kendala Komunikasi

Sementara itu di China, kantor berita Xinhua melaporkan tujuh orang tewas dan 554 lainnya masih hilang. Angka orang hilang di kedua negara masih sangat fluktuatif karena tim penyelamat terus menemukan warga yang sebelumnya terisolasi akibat gangguan infrastruktur kelistrikan dan jaringan komunikasi.

Otoritas Nepal mencatat sebanyak 2.301 orang telah diselamatkan atau sedang menjalani perawatan medis, dengan konsentrasi korban selamat terbanyak berada di Distrik Nuwakot dan Rasuwa. Di sisi lain, 27 petugas kepolisian dilaporkan hilang, sementara 4.811 personel keamanan telah dikerahkan untuk mempercepat pemulihan.

Bantuan Internasional dan Dampak Infrastruktur

Pemerintah Nepal kini telah menyetujui masuknya tim pencarian dan penyelamatan (SAR) internasional serta para ahli untuk membantu penanganan krisis. Langkah ini diambil menyusul tekanan besar dari komunitas internasional mengingat banyaknya warga asing yang menjadi korban.

Sektor energi juga terpukul hebat. Asosiasi Produsen Listrik Independen melaporkan bahwa 934 orang yang bekerja di 11 lokasi PLTA di Nepal belum diketahui nasibnya. Palang Merah Internasional memperkirakan total warga yang terdampak secara keseluruhan mencapai 93.000 orang, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Jumlah korban diperkirakan masih akan berubah seiring tim penyelamat mencapai wilayah terisolasi dan pulihnya jaringan komunikasi di sepanjang jalur sungai Himalaya. (Ant/E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |