ilustrasi(Levante)
Levante UD berhasil memetik kemenangan meyakinkan saat menjamu Real Betis pada pekan ketiga La Liga di Stadion Ciudad de Valencia. Sempat bermain imbang di babak pertama, tuan rumah tampil menggila usai jeda untuk mengunci kemenangan telak 5-2.
Pertandingan berjalan sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Levante membuka keunggulan pada menit ke-24 melalui sundulan Adrián de la Fuente yang memanfaatkan umpan silang Jon Ander Olasagasti. Namun, Real Betis merespons cepat pada menit ke-34 lewat penyelesaian tenang Marc Bartra setelah menerima operan pendek Troy Parrott.
Menjelang turun minum, tensi semakin tinggi. Enzo Bardeli membawa Levante kembali unggul pada menit ke-45 melalui tembakan keras dari sisi kanan. Namun, keunggulan itu sirna di masa injury time babak pertama setelah Rodrigo Riquelme menyambut umpan matang dengan sundulan yang mengubah skor menjadi 2-2 saat jeda.
Dominasi Levante di Paruh Kedua
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Levante meningkat tajam. Roger Brugué mengembalikan keunggulan tuan rumah pada menit ke-56 lewat sundulan jarak dekat. Sang kapten kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-70, menyambar bola muntah hasil tembakan Iván Romero yang membentur tiang gawang.
Pesta gol Levante ditutup pada masa tambahan waktu (90+5'). Pemain pengganti Etta Eyong mengirimkan umpan silang akurat yang diselesaikan dengan sempurna oleh Jon Ander Olasagasti. Kemenangan ini sekaligus menegaskan efektivitas pergantian pemain yang dilakukan pelatih Levante untuk menjaga keunggulan.
Analisis Statistik: Efektivitas vs Penguasaan Bola
Meski Real Betis mendominasi penguasaan bola hingga 60% dan melepaskan 570 operan, mereka gagal mengonversi kontrol tersebut menjadi gol. Sebaliknya, Levante tampil sangat klinis dengan mencatatkan 10 tembakan tepat sasaran dari 19 percobaan.
| Skor Akhir | 5 | 2 |
| Tembakan (Tepat Sasaran) | 19 (10) | 20 (6) |
| Expected Goals (xG) | 2.99 | 1.97 |
| Penguasaan Bola | 40% | 60% |
Data Expected Goals on Target (xGOT) menunjukkan ketimpangan kualitas peluang yang mencolok, yakni 5.06 berbanding 1.71 untuk keunggulan Levante. Hal ini membuktikan bahwa setiap tembakan yang dilepaskan tuan rumah jauh lebih mengancam gawang lawan dibandingkan upaya Betis.
Marc Bartra Jadi MVP di Tengah Kekalahan
Menariknya, gelar pemain terbaik (MVP) versi Sofascore justru jatuh kepada bek Betis, Marc Bartra, dengan rating 8.5. Selain mencetak satu gol, Bartra tampil spartan dengan mencatatkan 12 sapuan (termasuk satu penyelamatan di garis gawang), 3 tekel, dan memenangkan 7 duel. Namun, performa individu gemilang Bartra tidak cukup untuk membendung gelombang serangan Levante yang tampil lebih kolektif dan tajam di sepertiga akhir lapangan. (E-3)


















































