Ilustrasi(AFP)
MENARA kontrol maritim di Pelabuhan Shahid Kalantari, Kota Chabahar, Iran Tenggara, dilaporkan runtuh setelah serangan Amerika Serikat (AS) yang menghantam fasilitas tersebut untuk ketiga kalinya pada Jumat (17/7) pagi.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa bangunan menara kontrol mengalami kerusakan total akibat serangan tersebut. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden itu.
Menurut laporan IRNA, aktivitas di pelabuhan diperkirakan akan segera kembali normal. Proses bongkar muat barang akan dilanjutkan, sementara layanan pelabuhan tetap beroperasi seperti biasa meski salah satu fasilitas penting mengalami kerusakan.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Kamis (16/7) menyatakan telah menyelesaikan gelombang terbaru operasi ofensif terhadap Iran.
Operasi tersebut menjadi malam keenam secara berturut-turut Washington melancarkan serangan yang disebut menargetkan aset-aset militer Iran.
Eskalasi ketegangan di kawasan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Sejak Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Sebagai respons, Teheran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone yang menyasar sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan.
Kesepakatan tersebut dirancang untuk menghentikan konflik dan membuka jalan menuju perdamaian jangka panjang.
Namun, situasi kembali memanas dalam beberapa hari terakhir, terutama di kawasan Selat Hormuz. Ketegangan yang meningkat di jalur pelayaran strategis itu kembali memicu aksi saling serang antara kedua negara, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. (Fer)

















































