Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong (kiri) saat kunjungan resmi untuk menghadiri Leaders Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026)(ANTARA/Galih Pradipta)
KEHANDALAN komunikasi internasional Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil memperkuat kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Di tengah persaingan global yang ketat dalam menarik investasi, kepercayaan ini menjadi modal utama yang menentukan daya saing nasional di mata investor dan mitra internasional.
Pakar komunikasi dan manajemen, Dr. M. Fariza Y. Irawady, mengungkapkan bahwa konsistensi Presiden Prabowo dalam menyampaikan visi pembangunan di berbagai forum internasional telah membentuk persepsi positif. Indonesia kini dipandang sebagai negara dengan kepemimpinan kuat, arah pembangunan yang jelas, serta komitmen tinggi terhadap stabilitas ekonomi.
"Kehandalan komunikasi internasional Presiden Prabowo membuat Indonesia semakin dipercaya oleh berbagai negara dan pelaku usaha global. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi, investasi, dan pembangunan nasional," ujar Fariza dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (17/7).
Visi Global di WEF dan Peran Danantara
Dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sangat bergantung pada perdamaian, stabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik. Sebagai langkah konkret, pemerintah telah membentuk Danantara pada Februari 2025 sebagai instrumen strategis pengelolaan investasi nasional.
Presiden menekankan bahwa keberadaan Danantara memposisikan Indonesia sebagai mitra yang setara di kancah global. "Indonesia kini bukan hanya negeri perdamaian dan stabilitas. Indonesia semakin menjadi negeri peluang," tegas Presiden di hadapan para pemimpin ekonomi dunia.
Intensitas Diplomasi Bilateral
Meningkatnya kepercayaan internasional juga tercermin dari intensitas diplomasi bilateral. Dalam kurun waktu hanya sepekan pada Juli 2026, Presiden Prabowo menerima kunjungan tiga pemimpin dunia untuk menyepakati berbagai kerja sama strategis:
| 2 Juli 2026 | Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko | Industri, alat berat, teknologi, dan Peta Jalan Kerja Sama 2026–2030. |
| 6 Juli 2026 | PM Singapura Lawrence Wong | 26 capaian kerja sama: ekonomi kawasan, energi bersih, dan ekonomi digital. |
| 7 Juli 2026 | PM India Narendra Modi | Ekonomi, pendidikan, penguatan kelembagaan, dan hubungan antarmasyarakat. |
Eksekusi Nyata Melalui Danantara
Fariza menilai keberhasilan diplomasi ini mampu diterjemahkan menjadi hasil nyata oleh Danantara di bawah kepemimpinan CEO Rosan P. Roeslani. Danantara berperan penting dalam menindaklanjuti peluang investasi secara profesional, cepat, dan terukur.
Sinyal positif ini diperkuat dengan kunjungan mantan PM Inggris Tony Blair bersama Tony Blair Institute for Global Change (TBI) ke kantor Danantara untuk membahas transformasi BUMN dan percepatan investasi. Rosan Roeslani menyatakan bahwa minat tinggi dari tokoh global seperti Tony Blair menegaskan posisi Indonesia dalam radar utama investor dunia.
Sebagai bagian dari langkah strategis, Danantara kini tengah mengembangkan 26 proyek hilirisasi nasional dengan nilai yang fantastis:
Ringkasan Proyek Hilirisasi Danantara:
- Total Investasi: Rp225 Triliun
- Target Penyerapan Tenaga Kerja: 37.833 orang
- Sektor Utama: Smelter aluminium, baja nirkarat, tembaga, bioavtur, bioetanol, pengolahan kelapa sawit, hingga peternakan terintegrasi.
"Percepatan proyek hilirisasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat struktur industri nasional dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat luas," pungkas Fariza. (Z-1)

















































