Klaim Ro Khanna soal Konfrontasi di Tepi Barat Palestina Dibantah Israel

1 week ago 11
Klaim Ro Khanna soal Konfrontasi di Tepi Barat Palestina Dibantah Israel Ro Khanna.(Al Jazeera)

KLAIM anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Ro Khanna, mengenai konfrontasi kekerasan dengan pemukim bersenjata di Tepi Barat, Palestina, mendapatkan bantahan keras dari para pejabat Israel pada Senin (14/7). Insiden ini kini menjadi titik baru dalam perdebatan sengit mengenai tindakan Israel di wilayah pendudukan tersebut.

Melalui unggahan di platform X pada Sabtu lalu, Khanna menyatakan bahwa pemukim Israel yang mengacungkan senapan M4 buatan Amerika menahan dirinya dan warga lain Amerika saat mereka melakukan tur di Tepi Barat pekan lalu. Khanna juga menuduh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) justru berpihak pada para pemukim saat tiba di lokasi.

Narasi yang Bertolak Belakang

Otoritas Israel memberikan kronologi yang sangat berbeda. Menurut IDF, tentara dikirim ke dekat Khirbet Zanuta setelah menerima laporan ada warga asing yang memasuki wilayah yang diyakini sebagai zona militer tertutup, sementara warga sipil Israel memblokade jalan di dekatnya.

Pihak militer menyatakan bahwa tentara segera memindahkan warga sipil dari area tersebut dan memastikan tidak ada ancaman keamanan. IDF kemudian mengonfirmasi bahwa lokasi tersebut sebenarnya bukan zona militer tertutup sebelum akhirnya mengizinkan konvoi Khanna melanjutkan perjalanan.

"Proses tersebut berlangsung selama beberapa menit," ungkap pihak IDF. Ia menegaskan bahwa tidak ada konfrontasi fisik atau kekerasan di antara pihak-pihak yang terlibat.

Bantahan Kepolisian dan Diplomat

Kepolisian Israel juga membantah versi Khanna. Mereka menyatakan bahwa petugas tidak menyaksikan ada kekerasan. Berdasarkan rekaman kamera tubuh (body-cam), penyelenggara tur diperingatkan mengenai pelanggaran perintah militer sebelum akhirnya rombongan diizinkan lewat.

Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, menuduh Khanna sengaja menciptakan konfrontasi yang sebenarnya bisa dihindari. Leiter menyebut insiden ini sebagai provokasi murahan yang sudah diantisipasi karena Khanna menolak untuk mengoordinasikan rencana perjalanannya dengan otoritas Israel maupun Kedutaan Besar AS di Jerusalem.

Tanggapan Kantor Ro Khanna

Kantor Khanna menolak mentah-mentah versi IDF dan polisi. Tim politik sang anggota Kongres menyatakan bahwa pemukim ekstremis bersenjata memblokade konvoi selama sekitar satu jam, menendang ban kendaraan, dan melontarkan makian sementara tentara IDF hanya menonton.

Mereka juga membantah klaim bahwa insiden hanya berlangsung beberapa menit. "Klaim militer bahwa pertemuan itu hanya berlangsung beberapa menit adalah salah secara nyata," tegas tim Khanna yang bersikeras bahwa konvoi terjebak selama satu jam meskipun telah berupaya untuk pergi.

Meskipun terdapat perbedaan narasi yang tajam mengenai durasi dan intimidasi yang terjadi, semua pihak yang terlibat sepakat bahwa tidak ada kekerasan fisik yang terjadi dalam insiden tersebut.

Catatan Redaksi: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menanggapi situasi ini dengan menyatakan bahwa tindakan main hakim sendiri akan dihukum. Namun ia juga mengingatkan bahwa banyak warga yang hidup dalam ketakutan akibat ancaman serangan di wilayah tersebut. (New York Post/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |