Klaim Militer Iran Lumpuh, Donald Trump Sebut Mojtaba Khamenei Hampir Tersingkir

1 week ago 11
Klaim Militer Iran Lumpuh, Donald Trump Sebut Mojtaba Khamenei Hampir Tersingkir Presiden AS Donald Trump(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim kemampuan militer Iran telah mengalami kemunduran besar setelah operasi militer Amerika Serikat pada akhir Februari lalu. Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut jajaran pimpinan militer Iran telah tewas dan mengeklaim kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sangat melemah.

Berbicara dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (13/7), Trump mengatakan kekuatan pertahanan Iran kini tidak lagi seperti sebelumnya. Menurutnya, berbagai komponen utama militer negara tersebut telah dihancurkan dalam serangan yang dilakukan Amerika Serikat.

"Mereka (Iran) tidak lagi memiliki angkatan laut. Mereka tidak lagi memiliki angkatan udara. Semuanya sudah hancur. Sistem pertahanan udara mereka juga sudah hancur. Para pemimpin mereka semuanya telah terbunuh," kata Trump dilansir Anadolu, Rabu (15/7).

Trump juga mengeklaim para tokoh utama yang selama ini memimpin struktur pertahanan Iran telah gugur.

"Pemimpin-pemimpin terbaik mereka telah terbunuh. Mereka sudah tiada. Khomeini sudah tiada," ujar Trump.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut nama Ruhollah Khomeini, tokoh Revolusi Iran yang meninggal dunia pada 1989. Namun, pernyataan tersebut diduga merujuk kepada Ali Khamenei, yang dalam skenario ini dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu serta telah dimakamkan pekan lalu.

Trump kemudian menyinggung kondisi Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei yang ditunjuk sebagai penerus jabatan Pemimpin Tertinggi Iran.

"Putranya (Mojtaba Khamenei) sudah 90% tersingkir," tambah Trump.

Keberadaan Mojtaba Khamenei memang terus menjadi perhatian sejak ia diumumkan menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran. Hingga kini, ia belum pernah tampil secara langsung di hadapan publik sejak pengangkatannya.

Selama beberapa waktu terakhir, seluruh pernyataan resminya disampaikan secara tertulis dan kemudian dibacakan oleh media pemerintah Iran.

Sejumlah laporan intelijen juga menyebut Mojtaba masih menjalani pemulihan akibat luka yang dideritanya dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Kondisi tersebut disebut menjadi alasan dirinya tidak menghadiri rangkaian upacara pemakaman Ali Khamenei yang berlangsung selama sepekan.

Pernyataan Trump disampaikan ketika hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Dalam beberapa hari terakhir, kedua negara kembali saling melancarkan serangan meskipun sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman sebagai langkah awal menuju penyelesaian konflik.

Selain mengomentari kondisi militer Iran, Trump juga mengisyaratkan kebijakan tekanan baru terhadap Teheran. Ia menyatakan Washington akan kembali menerapkan blokade terhadap Iran serta berencana mengenakan biaya kepada kapal-kapal yang ingin memperoleh jalur pelayaran aman saat melintasi Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut menambah ketidakpastian terhadap situasi keamanan di kawasan Teluk, terutama di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung untuk mempertahankan gencatan senjata dan mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas. (P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |